Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Juni 2022 | 20.52 WIB

Bertahan Hidup, Korban Banjir Bandang Bogor Tinggal di Atap Masjid

Rumah warga disapu banijr bandang di Pamijahan, Kabupaten Bogor. (Indonesia Care untuk JawaPos.com) - Image

Rumah warga disapu banijr bandang di Pamijahan, Kabupaten Bogor. (Indonesia Care untuk JawaPos.com)

JawaPos.com - Korban banjir bandang di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor, masih bertahan di pengungsian. Mereka menempati masjid sebagai penampungan sementara.

Direktur NGO Indonesia Care Lukman Azis Kurniawan menuturkan, hingga Sabtu (25/6), masyarakat yang terdampak banjir bandang masih berharap mendapatkan bantuan logistik. Semenjak banjir yang melanda pada Rabu (22/6), mereka menempati beberapa tempat penampungan pengungsian, di antaranya di masjid.

"Satu Masjid Nurul Huda mengalami kerusakan fatal belum dapat difungsikan hingga hari ini," ujar Lukman Azis Kurniawan kepada JawaPos.com, Minggu (26/6). Sebelumnya Lukman dengan Indonesia Care yang dipimpin bersama lembaga kemanusiaan lainnya meninjau lokasi dampak banjir bandang di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/6).

Saat meninjau lokasi banjir tersebut, warga yang terdampak relatif tidak mendapat perhatian bantuan. Terutama mereka yang tinggal di Kampung Ciamnggu, Desa Cibunian, Pamijahan.

Untuk bisa bangkit, kata Lukman, warga terus bahu membahu membangun dapur umum. Mereka mendapat sedikit bantuan dari relawan lembaga kemanusiaan, seperti Indonesia Care, Sanggar Qur'an Peduli Umat, Rumah Semut dan Pejabat (Pengacara dan Jawara Bantu Umat).

Zahrullah, perwakilan dari Sanggar Qur'an Peduli Umat menambahkan, posko dapur umum yang dibangun warga bersama relawan dipersiapkan untuk seminggu. Diperkirakan selama seminggu korban atau masyarakat terdampak belum bisa bangkit dan membutuhkan bantuan logistik.

"Sesuai masa tanggap darurat biasanya sepekan. Kita coba siapkan makan setiap hari bagi warga terdampak sekitar 100 jiwa," katanya.

Kehadiran para relawan disambut baik sejumlah warga. Dengan mata berkaca-kaca menahan haru, ustad

Ocang, salah seorang korban dari banjir bandang mengaku sangat berterima kasih mendapat bantuan dari para relawan. Sebab, banjir bandang itu membuat rumahnya tersapu. "Saya sementara tinggal di atap masjid. Kita bersyukur mulai ada relawan yang masuk. Dari kemarin kita merasa sendiri, bantuan nyaris belum ada yang masuk," ujarnya.

Ocang mengaku masih trauma dan memilih tinggal di atap masjid karena khawatir banjir bandang datang lagi. "Soalnya masih hujan tiap hari di sini, takut tiba-tiba banjir datang lagi," terangnya.

Ketua RW 013 Ahmad mengatakan, warganya yang menjadi korban banjir masih membutuhkan banyak bantuan. Selain pasokan logistik, juga dibutuhkan makanan bayi, susu, selimut, obat-obatan, dan peralatan kebersihan.

Berdasarkan data hasil asesmen relawan tiga lembaga kemanusiaan, terdapat 600 jiwa terdampak. Mereka tersebar di enam kampung. Semua itu meliputi Desa Purasari, Puraseda, Kampung Tanjungsari, dan Cianten di Kecamatan Leuwiliang. Di Kecamatan Pamijahan meliputi Kampung Muara dan desa Cibunian.

Berdasar data BNPB pada Kamis (23/6), banjir bandang menerjang wilayah Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/6).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 602 kepala keluarga (KK) atau 2.407 jiwa terdampak dan tiga orang warga mengalami luka ringan setelah sempat terseret arus banjir bandang. Sedikitnya ada 5 KK/20 jiwa yang terpaksa mengungsi ketempat kerabat dekat.

Dari laporan visual BPBD Kabupaten Bogor, beberapa potongan batang pohon beserta material lumpur yang terbawa arus mengenai beberapa rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat kurang lebih 600 unit rumah terdampak, 1 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, akses jalan desa penghubung antara RT 01, 02, 03, 04 dan 06 terputus dan satu gedung pesantren Al-Insyiro terdampak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore