
Buku teks yang ditujukan untuk anak berusia sembilan tahun, didistribusikan ke semua sekolah dasar nasional di Malaysia. Sebuah infografis di dalam buku itu terlihat seperti menyalahkan korban kekerasan seksual
JawaPos.com - Seorang bocah di Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang tangan dan kakinya diikat ayah tiri ternyata hanya berawal dari masalah sepele. Kekerasan dan penganiayaan terhadap R yang masih berusia tujuh tahun itu ternyata dipicu kekesalan pelaku, RR, 37, kepada anak tirinya tersebut.
Itu lantaran R dianggap sebagai anak yang nakal karena sering iseng kepada adiknya. Hal itu diungkap ibu kandung R sekaligus istri pelaku, YU (34).
YU menuturkan, dirinya sudah mengingatkan suaminya agar tidak bertindak berlebihan kepada R. “Saya sudah pernah mengingatkan jangan diikat, karena yang namanya anak bisa ditoleransi kenakalannya,” tutur YU seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Kamis (7/4).
YU juga mengungkap, warga dan tetangga sempat mendengar anaknya dianiaya oleh RR. Warga juga sudah ingin membantu bocah malang tersebut dan melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.
Kekerasan dan panganiayaan yang dilakukan suaminya kepada anak kandungnya itu bahkan sudah sering dilakukan. “Kalau dianiaya dipukul, sudah sering,” ungkap YU dikutip dari Radar Bogor.
“Banyak luka di tubuh anak saya, termasuk bekas disetrika oleh pelaku sehari sebelum kejadian ini,” beber dia.
Atas kejadian ini, YU berharap RR sadar dan berhenti menganiaya anak kandungnya. Ia mengungkap, suaminya bekerja sebagai driver ojek online dan dirinya jua berkerja. “(RR) Sekarang sudah dibawa ke Polresta Depok. Minimal ini pelajaran buat dia,” tandas YU.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
