Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Februari 2022 | 01.04 WIB

Harga Bahan Baku Tinggi, Perajin Tahu Tempe Akan Mogok Produksi 3 Hari

Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Tahu Kawasan Duren Tigak, Jakarta, Rabu (16/2/2022). Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) mencatat harga kedelai di tingkat pengrajin naik di kisaran Rp10.800 hingga Rp11.000. Sementara, harga t - Image

Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Tahu Kawasan Duren Tigak, Jakarta, Rabu (16/2/2022). Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) mencatat harga kedelai di tingkat pengrajin naik di kisaran Rp10.800 hingga Rp11.000. Sementara, harga t

JawaPos.com - Ratusan perajin tahu tempe di Jakarta Pusat siap menghentikan produksi sementara selama tiga hari ke depan, mulai Senin hingga Rabu (21-23/2). Hal ini dilakukan karena harga kedelai impor sebagai bahan baku masih tinggi.

Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jakarta Pusat, Khairun, mengatakan, aksi mogok produksi dilakukan serentak oleh seluruh perajin tahu tempe di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Semua produsen di Jabodetabek udah tutup. Kalau tidak ditutup akan di'sweeping' oleh teman-teman kita juga. Karena tutup ini serentak dilakukan," kata Khairun, Minggu (20/2) dikutip dari Antara.

Khairun menjelaskan, aksi ini terpaksa dilakukan agar Pemerintah, yakni Kementerian Perdagangan dapat melakukan intervensi atas tingginya harga kedelai impor yang saat ini mencapai Rp12.000 per kg di tingkat perajin.

Padahal, harga kedelai impor normalnya berkisar Rp9.500 sampai Rp10.00 per kg.

"Kalau dijual dengan harga biasa, kami tidak dapat untung bahkan rugi. Kami ingin agar Pemerintah mendengar, konsumen juga mengetahui bahwa tahu tempe mahal karena bahan bakunya sudah naik," kata dia.

Sementara itu, salah satu perajin tahu tempe di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Ahmad Abdullah, mengaku, aksi mogok produksi dilakukan karena sebagian besar konsumen keberatan kalau harga tempe dijual menjadi dua kali lipat.

"Harga kacangnya melambung tinggi, harga jualnya juga tinggi, jadi susah. Orang-orang pada kaget beli tempe Rp5 ribu sekarang Rp8 ribu terus Rp10 ribu, terpaksa berhenti dulu lah," kata dia.

Abdullah berharap, agar harga kacang kedelai bisa kembali stabil, sehingga mogok produksi tidak akan berlangsung lebih lama, dan konsumen mendapatkan harga tahu tempe yang wajar.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore