JawaPos.com - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menilai, kasus pembunuhan anak di Jagakarsa, Jakarta Selatan harus diungkap tuntas. Aspek kondisi mental pelaku juga perlu dipastikan.
"Relevan untuk dicari tahu kondisi bahkan masalah mental yang mungkin dialami pelaku. Depresi, adiksi obat-obatan, dan lain-lain," kata Reza kepada wartawan, Kamis (7/12).
Reza mengatakan, polisi harus merespon secepat mungkin laporan ketika menerima kabar KDRT. Namun, harus diakui tidak mudah dalam praktiknya.
Reza mencontohkan, di Amerika Serikat laporan tentang KDRT masuk setiap 3 menit, di Australia, 2 menit, di Indonesia, dipercaya lebih rendah, karena masyarakat menganggap KDRT sebagai masalah domestik yang tabu untuk diikutcampuri. Belum lagi jika khalayak luas mengalami krisis kepercayaan terhadap polisi.
"Sebutan kejadian ini sebagai KDRT sepertinya tidak lagi memadai. Ini tepat disebut pula sebagai kasus pembunuhan berencana terhadap anak. Kalau pelakunya waras, hukum mati," imbuhnya.
Atas dasar itu, Reza khawatir musim bunuh diri sedang terjadi. "Dengan asumsi ini merupakan satu kasus yang menandai suicide epidemic, dan bertalian dengan KDRT, maka tidak cukup lagi penyikapan kasus per kasus. Butuh program berskala luas untuk mengatasi KDRT dan bunuh diri," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan dikagetkan dengan penemuan 4 jenazah anak. Para korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi, dengan kondisi terkunci.
"Betul, 4 orang. Ada 4 orang penemuan mayat di dalam kamar. Untuk sementara masih dilakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro saat dihubungi, Rabu (6/12).
Polisi menduga pelaku pembunuhan adalah orang tua korban. Keempat anak ini diyakini sebagai anak dari pelaku. "Sementara masih dugaan anaknya, semuanya masih kita cek dulu," jelasnya.
Bahkan pelaku melakukan upaya percobaan bunuh diri. “Sementara untuk orang tuanya sendiri, orang tuanya yang diduga sebagai pelaku mencoba untuk bunuh diri juga,” kata Bintoro.
Namun, sang ayah masih selamat. Kini dia telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.