Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 20.05 WIB

Belum Diterapkan, Nyamuk Wolbachia Masih Proses Sosialisasi di Jakarta Barat

Nyamuk Wolbachia. Sumber: (Foto: Dokumentasi Kemenkes) - Image

Nyamuk Wolbachia. Sumber: (Foto: Dokumentasi Kemenkes)

JawaPos.com - Penerapan teknologi nyamuk Wolbachia di Jakarta Barat masih dalam tahap sosialisasi. Diketahui bahwa Jakarta Barat menjadi salah satu lokasi uji coba penerapan Wolbachia usai dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Saat ini sedang proses sosialisasi kepada masyarakat sekaligus pendataan lokasi OTA (orang tua asuh) nanti," kata Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Ngabila Salama kepada wartawan, Rabu (29/11).
 
Ia mengatakan, saat ini kemenkes tengah menyiapkan tenaga dan petugas terlatih mulai dari suku dinas kesehatan, puskesmas, kader jumantik, dan koordinator lapangan yang membantu untuk memastikan program penerapan teknologi Wolbachia berjalan baik dan lancar. 
 
 
"Karena sangat detail prosesnya dari persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi, dari penaruhan ember di lokasi orang tua asuh (OTA) nyamuk, pemantauan penetasan telur, sampai nanti evaluasi dengan penangkapan nyamuk yang akan dievaluasi jenis nyamuk di laboratorium rujukan untuk melihat keberhasilan program di suatu wilayah," jelas Ngabila.
 
Ngabila mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat penting untuk pelaksanaan teknologi Wolbachia untuk mengatasi masalah nyamuk demam berdarah di Indonesia. 
 
"Sekali lagi saya tekankan masyarakat bukan kelinci percobaan karena ini bukan tahap studi lagi, tapi sudah implementasi program yang sudah berhasil di Yogyakarta, beberapa negara, dan menjadi metode yang direkomendasikan WHO untuk pengendalian program," tandasnya. 
 
 
Untuk diketahui, teknologi nyamuk ber-wolbachia ini pada prinsipnya memanfaatkan bakteri alami Wolbachia yang banyak ditemukan pada 60% serangga. Bakteri itu selanjutnya dimasukkan dalam nyamuk aedes aegypti, hingga menetas dan menghasilkan nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia. 
 
Dengan demikian, perlahan populasi aedes aegypti berkurang dan berganti menjadi nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia.      
 
Bila menggigit, nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia tidak akan menularkan virus demam berdarah kepada manusia. Sebab, perkembangan virus dengue tersebut berhasil dihambat oleh bakteri wolbachia.  
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore