Warga mengadang truk yang akan melintas ke arah Parungpanjang, Sabtu (22/9). Truk dilarang meliantas, karena warga masih marah atas kecelakaan yang menewaskan warga setempat pada Juamt (21/9).
JawaPos.com - Jalan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan akibat truk tambang yang kerap melintas dari arah Tangerang ke Parung Panjang atau sebaliknya pada pagi hari.
Imbas kondisi tersebut, ribuan warga Parung Panjang melakukan aksi di depan kantor camat, pada Senin (20/11) pagi. Merespons hal tersebut Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya Jawa Barat V, Mulyadi secara langsung meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk ikut andil memberi saran kepada pemerintah setempat.
"Saya bersama Menteri PUPR hari ini, merespons demo masyarakat di wilayah Bogor Barat. Saya sudah meminta beliau untuk ikut membantu masyarakat agar bisa teratasi," kata Mulyadi dalam video yang diterima JawaPos.com, usai menggelar Rapat Kerja Komisi V dengan Menteri PUPR di Kompleks DPR RI, pada Senin (20/11).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Basuki menyarankan kepada pemerintah setempat untuk mencari jalan alternatif yang dikhususkan bagi truk tambang. Basuki menilai, sampai kapan pun jika tidak segera disiapkan jalan alternatif, maka persoalan yang dikeluhkan masyarakat tidak bisa selesai.
Selain itu, Basuki menegaskan bahwa Jalan Parung Panjang yang mengalami kerusakan, bukanlah jalan nasional. Sehingga, secara kewenangan tidak ada di Kementerian PUPR, melainkan di daerah.
"Bapak bapak sekalian, kalo yang case-nya di Parung Panjang ini saya ngikutin beberapa waktu lalu. Memang itukan jalannya bukan jalan nasional. Jadi bukan kewenangan langsung pada kami (Kementerian PUPR)," kata Basuki.
"Tapi dengan di bawanya kasus ini oleh Bapak Mulyadi Komisi V, saya ingin mohon kepada beliau mungkin bisa dicarikan jalur alternatif agar kita memanfaatkan untuk memecah jalan tambang ini karena kalau enggak, gak akan selesai-selesai," imbuhnya.
Lebih lanjut, Basuki menyebut bahwa jalan alternatif telah ditemukan oleh Mulyadi, yakni di Puncak. Namun, hal tersebut perlu disiapkan dan disepakati bersama.
"Beliau (Mulyadi) sudah menemukan satu jalan alternatif di puncak, saya kira ini kita tunggu. Semoga beliau bisa mencarikan jalan alternatif," tandas Basuki.