
OPA VIRAL: Solihin melayani pembeli di Senior Coffee Stall, Pasar Santa, Jakarta, yang mengantre sebelum kedai dibuka pukul 17.00.
Sosok kakek 75 tahun ini belakangan menjadi ”most wanted person” di kawasan Pasar Santa, Jakarta. Hampir setiap hari, kehadirannya dinanti banyak pengunjung. Mereka rela antre berjam-jam demi mencicipi kelezatan caramel pudding dan sandwich buatan Solihin.
---
JAWA Pos sudah tiga kali menyambangi lapak Senior Coffee Stall milik Solihin. Dari tiga kunjungan itu, selalu saja ada pemandangan puluhan orang yang mengantre berjam-jam sebelum Solihin membuka tokonya. Sama halnya dengan sore itu (28/9), antrean pembeli mengular sebelum sosok yang ditunggu-tunggu datang dan membuka kedainya pada pukul 17.00 WIB.
Mengenakan kemeja biru berlapis vest dan fedora hat, Solihin menyapa pengunjung dengan senyum lebar. Dengan cekatan, kakek empat cucu itu menyiapkan pesanan pengunjung sesuai antrean.
Lantaran Solihin hanya membawa 18–20 porsi caramel pudding dan sandwich, alhasil banyak pengunjung yang harus rela pulang dengan tangan kosong. ”Kenapa saya harus bawa (puding) dalam jumlah yang banyak? Saya bekerja semampu saya, sebisa saya,” katanya.
Pria bernama asli Augustinus Solichin itu tak pernah menyangka pamornya bisa naik drastis akibat media sosial. Sebab, dulu dia pernah mengalami hari-hari ketika dagangannya tak habis terjual. ”Sebelumnya juga pernah bawa tiga sandwich saja nggak habis,” kenangnya.
Opa Solihin bungah melihat antusiasme para pengunjung. Meski begitu, dia tak pernah ”menghamba” pada kehebohan publik yang dirasakannya saat ini. ”Senang sih pasti, tapi kan senang itu sifatnya pribadi. Saya nggak mungkin bisa menyenangkan semua orang,” tutur pria asal Malang, Jawa Timur, tersebut.
Solihin menuturkan, apa yang dilakukannya saat ini lebih pada dorongan hati. Selepas dia pensiun dari perusahaan migas asal AS pada 2014, tebersit keinginan membagikan pengalaman manisnya pada masa lalu kepada konsumen.
”Saya tuh happy banget kerja puluhan tahun, makan enak, itu happy banget. Jadi, kalau orang bisa merasakan, ya saya senang,” ungkapnya.
Hingga akhirnya, pada 2020, dia membuka Senior Coffee Stall. Di kedai mungil itu, menu andalannya adalah caramel pudding dan cold sandwich. Menu-menu lainnya seperti kaya toast, cream soup, hot chocolate, hingga berbagai varian kopi juga patut dicoba.
Solihin mulai berjualan sekitar pukul 17.00 WIB. Tak sampai 10 menit, dagangannya ludes terjual. Setelahnya, biasanya Solihin melayani pembeli yang masih ingin mencicip menu lainnya.
Namun, dia tak bisa berlama-lama. Solihin harus kembali pulang ke rumahnya yang berlokasi tak jauh dari Pasar Santa.
Di rumahnya, Solihin membuka private dining mulai pukul 20.00 WIB. Para konsumen tak bisa asal datang on the spot. Mereka harus lebih dulu booking dan tak sedikit yang masuk waiting list.
Dalam sehari, hanya delapan pengunjung yang bisa merasakan private dining by Opa Solihin. ”Kenapa delapan? Karena space rumah muatnya segitu saja,” katanya.
Hebatnya, seluruhnya dilakukannya sendirian. Mulai urusan administratif seperti booking, pembayaran, mengatur antrean dan jadwal, memasak, hingga mencuci piring. Solihin tak merasa kerepotan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
