
LAPORAN POLISI: BA saat masih tak sadarkan diri di RS Kartika Husada Jatiasih, Kota Bekasi, pada Minggu (1/10).
JawaPos.com – Setelah 13 hari mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Kartika Husada Jatiasih, Kota Bekasi, pasien anak BA, 7, mengembuskan napas terakhir kemarin (2/10). Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan keluarga ke Polda Metro Jaya.
Kabar duka yang diterima Radar Bekasi pada pukul 20.00 dibenarkan orang tua pasien Albert Francis lewat pesan singkat. Pasien BA diketahui menghembuskan napas terakhir pada pukul 18.45. ”Betul,” katanya tadi malam (2/10).
Paman BA, Frans Sinaga, menyampaikan bahwa pasien mengalami henti jantung pada pukul 18.00. Setelah dilakukan upaya untuk kembali memacu detak jantung oleh pihak RS, BA dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.45.
Hasil musyawarah pihak keluarga, jenazah akan dibawa ke rumah duka tidak jauh dari RS. Untuk pemakaman, pihaknya masih menunggu keluarga pasien yang diketahui tinggal di luar Kota Bekasi datang.
Terkait dengan rumah duka hingga pemakaman pasien, pihak RS telah berkomunikasi dengan keluarga. Semua akan difasilitasi. Meskipun demikian, upaya hukum yang telah ditempuh keluarga tetap dilanjutkan.
Sebelumnya, Albert mendatangi Mapolda Metro Jaya ditemani kuasa hukum dengan tujuan melapor. Laporan dibuat kuasa hukumnya, Cahaya Christmanto Anak Ampun. Christmanto menyebutkan, dalam pelaporan tersebut ada delapan orang yang dilaporkan. Yakni, dr RR, dr L, dr Z, dr WT, dr RI, dr K, dr D (direktur RS), dan dr F (manajer operasional RS). ”Itu sudah meliputi dokter terkait yang melakukan tindakan. Karena ada kaitannya dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” kata Christmanto kemarin.
Dia menyatakan, delapan orang yang dilaporkan meliputi dokter terkait yang melakukan tindakan. Mulai dokter anestesi, dokter THT, spesialis anak, sampai direktur RS tersebut.
Christmanto menjelaskan, kejadian itu bermula saat operasi amandel dilakukan pada Selasa (19/9) dua pekan lalu. Saat itu korban BA, 7, dan kakaknya, V, 10, menjalani operasi amandel bersama di rumah sakit tersebut.
”Yang pertama menjalani operasi adalah BA, kemudian barulah sang kakak. Keduanya ini memiliki penyakit amandel, gangguan pernapasan lah, yang mana akan dilakukan tindakan operasi. Amandel itu kan masih kategori operasi ringan,” papar Christmanto.
Dia mengungkapkan, korban BA menjalani operasi selama 2–3 jam. BA belum sadarkan diri karena masih berada dalam pengaruh obat bius pascaoperasi. Kemudian, operasi dilanjutkan ke kakaknya. ”Begitu tindakan operasi selesai dan beberapa jam kemudian (kakaknya) sudah bisa sadarkan diri,” ujarnya.
Berbeda dengan kakaknya, BA yang sampai kemarin dirawat di RS yang sama justru tak kunjung sadar. Hingga akhirnya, pihak rumah sakit melakukan segala upaya. Namun, hasilnya tetap sama. Pihak dokter akhirnya mendiagnosis BA mengalami mati batang otak pada Selasa (26/9).
”Kan ini sungguh aneh sekali, dari operasi amandel lari ke batang otak. Ini saya bilang ada kelalaian, ada kealpaan. Kami duga ada tindak pidana yang dilakukan di sini,” tegas Christmanto.
Pasca kejadian ini, pihak keluarga sempat melakukan somasi terhadap pihak rumah sakit, tetapi tidak ditanggapi. ”Somasi kami pada 27 September. Di sini kami meminta pihak RS melakukan tindakan-tindakan cepat untuk melakukan tindakan rujuk secepatnya. Tapi, itu pun tidak direspons,” ungkapnya.
Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk membuat laporan ke Polda Metro Jaya karena dugaan malapraktik oleh rumah sakit. Christmanto juga berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya agar segera diambil tindakan. ”Karena kondisi anak saat ini semakin hari semakin parah dan sampai saat ini juga pihak RS belum melakukan rujuk,” ujarnya.
Setelah pertemuan dengan dinas kesehatan pada Jumat (29/9), pihak RS angkat bicara. Dalam penjelasan mereka disebutkan bahwa edukasi dan motivasi kepada keluarga terus diberikan sebelum operasi, sesudah operasi, dan selama perawatan oleh dokter penanggung jawab pasien, termasuk risikonya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
