Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 September 2023 | 23.45 WIB

Wali Kota Bogor Berhentikan Kepala SDN Cibeureum 1 karena Pungli PPBD

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memberikan keterangan soal pemecatan kepala sekolah SDN Cibeureum 1 di Kota Bogor, Rabu (13/9). - Image

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memberikan keterangan soal pemecatan kepala sekolah SDN Cibeureum 1 di Kota Bogor, Rabu (13/9).

JawaPos.com–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memberhentikan Kepala SDN Cibeureum 1 Nopi Yeni karena telah melakukan pungutan liar (pungli) saat penerimaan peserta didik baru (PPDB). Nopi Yeni pun memecat seorang guru honorer bernama Mohamad Reza Ernanda karena dianggap tidak patuh dan dituding mengakses data pribadi milik Nopi.

Disambut orang tua murid dan siswa SDN Cibeureum 1, Bima Arya mendatangi sekolah tersebut untuk berdialog dengan sang guru honorer yang bernama Mohamad Reza Ernanda, Rabu (13/9).

”Berawal dari ada dugaan pungli yang diduga dilakukan kepala sekolah, dugaan ini kemudian ditindaklanjuti oleh inspektorat. Kemudian, kepala sekolah memberhentikan salah satu guru honorer, Pak Reza, karena dianggap tidak mematuhi kepala sekolah dan dianggap mengakses data pribadi kepala sekolah,” kata Bima Arya seperti dilansir dari Antara di Kota Bogor, Rabu (13/9).

Bima menyampaikan, Nopi Yeni telah dimintai keterangan untuk berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Inspektorat Pemerintah Kota Bogor. Dia terbukti menerima gratifikasi.

Oleh karena itu, lanjut Bima, Nopi digeser dari jabatannya sebagai kepala sekolah dan akan diberi sanksi. Sedangkan pemecatan guru honorer SDN Cibeureum 1 menjadi perhatian sejumlah orang tua siswa, tenaga pengajar, dan murid sekolah. Selain itu, ​​​​​​​pemecatan Reza pun ramai dibahas di media sosial yang memprediksi ada kejanggalan atas keputusan kepala sekolah itu.

Atas kepedulian itu, Bima Arya pun memastikan langsung dengan meminta keterangan dari Reza dan Nopi. Hasilnya, menurut Bima, dapat disimpulkan bahwa yang dilakukan Nopi memang keliru, sehingga dia meminta pembatalan pemecatan Reza itu.

Berdasar pantauan di SDN Cibeureum 1, para siswa menunjukkan kertas berisi ungkapan rasa sayang dan penolakan pemecatan Reza. Begitu pun para orang tua murid berjejer di lapangan sekolah dan bersorak untuk Reza.

Bima pun mendatangi para orang tua siswa dan menyampaikan bahwa Reza segera kembali mengajar karena tidak jadi dipecat. Justru Nopi yang dipecat atas sikap dan tindakan melakukan pungli PPDB SDN Cibeureum 1 tersebut.

”Pak Reza mengajar kembali, ya, Bu, kasihan anak-anak. Kesayangan, ya, Pak Reza. Belajar lagi, ya. Kepala sekolah sudah dipecat,” kata Bima Arya.

Bima menjelaskan, pemecatan terhadap Nopi telah melalui mediasi dengan yang bersangkutan dan Nopin pun telah menerima keputusan itu.

”Tadi, saya lakukan mediasi. Akhirnya disepakati kepala sekolah untuk menerima keputusan wali kota terkait pemberhentian beliau dan juga membatalkan keputusan kepala sekolah untuk memberhentikan Pak Reza,” ujar Bima Arya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore