Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 September 2023 | 15.41 WIB

Pakar Sebut Baru Dua Unsur Bunuh Diri yang Terpenuhi Kasus Ibu-anak Tinggal Kerangka

Ilustrasi Bunuh Diri - Image

Ilustrasi Bunuh Diri

JawaPos.com - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menjelaskan ada empat unsur yang mesti dipenuhi saat memutuskan suatu kasus bunuh diri atau bukan. Hal itu sehubungan dengan ditemukannya ibu-anak tinggal kerangka di Cinere, Depok. 

Empat unsur itu, kata Reza, adalah ide bunuh diri, perencanaan bunuh diri, aksi bunuh diri, dan kematian itu sendiri. Keempat unsur ini mesti ada dalam kasus ibu dan anak tinggal kerangka di Depok jika akhirnya polisi memastikan mereka tewas lantaran bunuh diri.
 
"Empat hal ini yang harus diinvestigasikan oleh kepolisian untuk sampai pada kesimpulan bunuh diri," katanya kepada wartawan, Minggu (10/9). 
 
 
Hingga sejauh ini, dosen PTIK itu mengatakan bahwa hanya baru dua unsur yang terungkap dalam kasus ibu dan anak tinggal kerangka tersebut. Pertama soal rencana dan aksi. 
 
"Kalau sebatas berbicara ada surat yang ditinggalkan, lalu mereka kehilanggan nyawa di kamar mandi dan itu disengaja, maka itu mengindilasikan adanya plan dan action. Sudah dua unsur yg terjawab, ada plan dan action," urainya.
 
"Tinggal idea apa yang menyebabkan mereka meninggal dan empat, tengang kematian itu sendiri. Apakah dead betul-betul bunuh diri, pembunuhan, atau yang lain," pungkas Reza.
 
Sebelumnya, dua mayat tinggal tengkorak dan kerangka tubuh ditemukan di salah satu rumah di Perum Bukit Cinere Indah, Jalan Pesanggrahan, Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9). Dua mayat berinisial GAH, 65, dan DAW, 38, itu diduga merupakan ibu dan anak. 
 
"Kedua korban ditemukan diruang kamar mandi yang tidak terkunci dalam keadaan sudah tidak bisa diidentifikasi (tinggal tengkorak)," kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi dalam keterangannya kepada wartawan.
 
Ia mengatakan, penemuan mayat ibu dan anak yang tinggal tengkorak itu bermula saat warga perumahan tersebut memberitahukan kepada petugas keamanan bahwa korban sudah tak keluar rumah hampir satu bulan.
 
"Akhirya saksi mengajak pak RT untuk bersama-sama mengecek ke rumahnya," kata Budi.
 
"Dan saksi mencoba masuk ke dalam pagar, lalu membuka garasi rumah dan mencium bau tidak sedap dari ruang kamar mandi," sambungnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore