Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2023 | 15.12 WIB

Tekan Polusi Udara, Jalanan Jakarta akan Rutin Disiram Air Mobil Pemadam

Mobil pemadam kebakaran menyiram jalan protokol untuk mengurangi polusi udara. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta ) - Image

Mobil pemadam kebakaran menyiram jalan protokol untuk mengurangi polusi udara. (Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta )

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menyiram sejumlah ruas jalan protokol yang ada di ibu kota. Hal itu diniatkan sebagai salah satu opsi untuk menekan polusi udara di Jakarta. 

Pelaksanaan kegiatan yang sudah dimulai sejak Jumat (25/8) lalu ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
 
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan, kegiatan tersebut terbagi menjadi dua sesi, yaki pada pukul 10.00 WIB dan pada pukul 14.00 WIB. Adapun sejumlah titik lokasi yang menjadi sasaran dalam kegiatan penyiraman itu akan berbeda di tiap waktunya.
 
 
Dalam kesempatan awal, ia mengatakan bahwa target pertama ada di sekitar ruas Jalan Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut)-Patung Pemuda; Patung Pemuda-Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut)-Slipi (Peninsula)-Cawang (UKI); dan Cawang (UKI)-(Peninsula).
 
“Penetapan kawasan-kawasan ini merujuk pada Indeks Kualitas Udara (IQ Air). Dalam agenda tersebut, kami mengerahkan sebanyak 12 unit kendaraan dan 60 personel,” kata Satriadi dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (27/8).
 
Terkait pasokan air yang dipakai untuk kegiatan penyiraman itu, ia mengatakan asalnay dari hasil penyulingan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi. Sehingga, ia memastikan air yang digunakan bukan merupakan pasokan air baku (air bersih). 
 
 
Ia menegaskan bahwa proses penyiraman jalanan akan terus dilakukan oleh Dinas Gulkarmat DKI Jakarta bersama petugas gabungan lainnya untuk mengatasi polusi udara. 
 
Satriadi juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan yang menurutnya menjadi salah satu penyumbang polusi udara dan berpotensi menyebabkan kebakaran di tengah situasi kemarau ekstrem. 
 
“Program preventif atau pencegahan kebakaran perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi bahaya kebakaran di musim kemarau ekstrem. Ini perlu kita lakukan bersama masyarakat untuk keselamatan sesama,” pungkasnya.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore