
Lokasi banjir perumahan Ciledug Indah, Kota Tangerang. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Banjir yang melanda Kota Tangerang belum surut. Hingga kini sekitar 1.000 jiwa telah dievakuasi dari perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2 akibat banjir yang melanda sejak Rabu (1/1) kemarin. Pantauan JawaPos.com di lokasi, banjir di kawasan tersebut masih setinggi pinggang orang dewasa.
Harrys Yasin penanggung jawab relawan yang berjaga di posko pengungsian banjir Ciledug Indah menuturkan, evakuasi sudah dimulai sejak Rabu (1/1) siang. Evakuasi yang dilakukan berhasil membawa sekitar 1.000 jiwa keluar dari perumahan Ciledug Indah 1 dan Ciledug Indah 2.
"Relawan terdiri dari Pramuka, Tagana, komunitas pencinta alam dan mahasiswa. Relawan ada sebanyak 20 orang, dari berbagai Kecamatan di Kota Tangerang," ujarnya kepada JawaPos.com di lokasi pengungsian banjir Ciledug Indah.
Photo
Pengungsi banjir Ciledug Indah di posko pengungsian. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Menurut dia, di kawasan Ciledug Indah masih terdapat kurang lebih 2.000-an jiwa yang memutuskan bertahan meski rumahnya tergenang banjir. Alasan mereka enggan dievakuasi tak lain adalah demi menjaga harta benda mereka. Sementara untuk posko pengungsian, di lokasi banjir Ciledug Indah terdapat sembilan posko pengungsian, dua di antaranya merupakan posko rescue.
Evakuasi pengungsi dilakukan menggunakan enam perahu karet. Untuk masyarakat yang enggan dievakuasi dibantu dengan suplai makanan, minuman, dan logistik lain yang dibutuhkan korban banjir, semisal selimut, hingga pakaian bekas layak pakai.
"Ini masih kita lakukan terus evakuasi. Kita juga masih bolak-balik ke dalam untuk suplai makanan ke masyarakat yang masih ada di dalam. Kita bantu terus," terang pria yang akrab disapa Bayu itu.
Pantauan JawaPos.com di lokasi pengungsian, hingga kini bantuan terus berdatangan. Bayu menyebut, kebutuhan pengungsi Ciledug Indah di posko pengungsian semua tercukupi mulai dari makanan, minuman, pakaian bekas layak pakai, susu, popok bayi, dan sebagainya banyak diberikan oleh masyarakat sekitar.
Sementara untuk lokasi yang paling parah terdampak banjir Ciledug Indah berada di kawasan RW 5 yang terdiri atas enam RT. Di lokasi yang berbatasan dengan perumahan Pondok Bahar yang juga terdampak banjir itu kini muka air masih berada di kisaran dagu orang dewasa.
Pujiono, 65 tahun, warga RW 6, RT 3 perumahan Ciledug Indah 1 mengatakan, dirinya dievakuasi tim relawan pada Rabu (1/1) siang. Dia yang sedang sakit syaraf kejepit itu terpaksa digendong oleh tim relawan saat dievakuasi. "Saya juga sedang sakit ini. Rumah udah nggak keliatan. Motor hanyut," ucapnya lirih.
Dirinya tinggal di pengungsian bersama istri dan cucunya. Dia juga menyebut, di Tangerang, tidak ada famili yang bisa menjadi tempat mengungsi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
