Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 03.10 WIB

Dishub DKI Akui Banyak Mesin Parkir yang Rusak, Kembali Manual Seperti Dulu

Tak Berfugsi: Sistem parkir meter sudah tidak lagi berfungsi di Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (12/12) - Image

Tak Berfugsi: Sistem parkir meter sudah tidak lagi berfungsi di Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (12/12)

JawaPos.com - Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syaripudin mengakui bahwa menjamurnya parkir liar di ibu kota lantaran beberapa mesin parkir elektronik rusak. Padahal, ia mengatakan bahwa di beberapa ruas jalan sudah ditempel mesin tersebut.

"Dulunya, sejumlah ruas jalan di Jakarta dipasangi mesin parkir elektronik. Misalnya di Jalan Boulevard Raya dan ataupun di Jalan Sabang. Sayangnya, pungutan parkir di Jalan Boulevard kembali ke sistem manual menggunakan karcis," ujarnya, Minggu (30/7).
 
"Di sisi lain, mesin elektronik di Jalan Sabang kini rusak. Akibatnya, pungutan parkir kembali dilakukan secara manual yang berdampak langsung pada pendapatan sektor perparkiran," lanjut Syaripudin.
 
 
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan kembali mengontrol mesin-mesin yang merekam otomatis berapa lama dan tarif yang dikenakan terhadap kendaraan yang parkir secara otomatis tersebut. 
 
“Kita punya terminal parkir elektronik. Ada mesin yang ditaruh di situ dulu di Jalan Sabang dan tempat lain yang memang secara otomatis merecord parkirnya berapa lama, mereka bayar dengan cashless," ungkapnya.
 
"Nah kami akui memang ada yang rusak dan masih perlu kami perbaiki,” pungkas Syaripudin.
 
 
Sebelumnya,Maraknya parkir liar di DKI Jakarta membuat capaian pendapatan Unit Pengelola (UP) Perparkiran pada 2022 masih jauh dari target. Berdasarkan Laporan Keuangan Dinas PerhubunganDKI Jakarta Tahun Anggaran 2022, realisasi pendapatan UP Perparkiran tahun 2022 hanya mencapai Rp 51,3 miliar atau 72,88% dari target sebesar Rp 70,4 miliar.
 
Atas hal itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail meminta agar Pemprov DKI mengevaluasi secara menyeluruh terkait perparkiran. Ia meyakini, pengelolaan parkir di seantero Jakarta memiliki potensi besar untuk berkontribusi mencapai target pendapatan daerah. 
 
Salah satu ya mesti dilakukan adalah dengan memberikan regulasi yang tegas agar tak terjadi kebocoran pendapatan daerah dalam pengaturan perparkiran.
 
“Regulasinya itu memang tidak memberi celah bagi terutama bagi penyelenggara maupun yang lainnya untuk melakukan kongkalikong dalam pencatatan," ujarnya, Minggu (30/7).
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore