Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Juli 2023 | 02.19 WIB

Soal Driver Ojol Bantu Penumpang Kabur dari Perusahaaan Loker Bodong, Ketua Ojol Kedoya Beberkan Alasannya

ILUSTRASI. Ojol

JawaPos.com - Aksi heroik Achmad, seorang driver ojol yang membantu Gira, customernya yang terkena penipuan lowongan kerja di Bekasi membuat orang terkagum-kagum. Bagaimana tidak, meskipun bukan bagian dari pekerjaannya, Achmad tetap menjemput Gira hingga masuk ke ruangan yang intimidatif.

Kisah driver ojol yang inspiratif memang banyak terjadi belakangan ini. Pasalnya, pasukan yang rerata hidup di jalanan itu memang mau tak mau banyak terlibat dalam segala permasalahan yang ada di jalanan.
 
Ketua Komunitas Ojol Kedoya Bersatu Heri menjelaskan, keberanian-keberanian teman satu profesinya itu bisa jadi muncul lantaran sudah mengalami kerasnya hidup di jalanan. Oleh karena itu, bahu-membahu sudah menjadi hal yang mesti dilakukan.
 
"Mereka Insya Allah akan bantu jika ada yang sedang kesulitan di jalan. Karena mereka juga paham bagaimana kondisi saat berada di posisi tersebut," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (28/7).
 
 
Hal itu juga yang menurutnya membuat komunitas-komunitas ojol bermunculan di tiap daerah. Agar satu sama lain dapat saling membantu secara terkoordinasi.
 
Dengan adanya komunitas di tiap daerah, Heri mencontohkan bahwa tiap ada laka lantas di suatu daerah, entah menimpa warga biasa ataupun sesama ojol, mereka langsung saling koordinasi.
 
"Misalkan, ada laka di mana dengan identitas (korban) Kedoya. Saya yang dikonfirmasi, terus saya minta tolong rekan-rekan di Kedoya buat kroscek sampai ketemu pihak keluarga," ungkapnya.
 
"Lamanya hidup di jalan dan yang namanya manusia udah pasti saling membutuhkan," pungkas Heri.
 
Sebelumnya, penumpang ojek online bernama Gira, yang berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi. Gira ternyata menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.
 
Awalnya menurut Achmad, Selasa (25/7) pagi, usai dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira, Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta, Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang kereta api menuju Kota Bekasi.
 
“Dapat orderan seperti yang beredar (di Medos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).
 
Curiga, Achmad pun langsung menanyakan kondisi Gira.
 
“Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.
 
 
Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut, dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta.
 
Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore