Ilustrasi penipuan.
JawaPos.com – Gira, penumpang ojek online (ojol) yang menjadi korban komplotan penipuan lowongan kerja bodong, ternyata sempat bersembunyi di toilet Stasiun Kranji, Bekasi, usai berhasil kabur dari Rumah Toko (Ruko) tempat para penipu loker melakukan aksi kejahatan. Hal ini dilakukan Gira, karena dirinya merasa takut dikejar oleh para pelaku kejahatan yang menipunya.
“Sempat ngumpet di toilet stasiun. Sampai KRL arah Jakarta datang,” tutur Gira, saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (28/7).
Kini, Gira sudah bernafas lega karena berhasil kabur dari sebuah Rumah Toko (Ruko) tempat komplotan perusahaan lowongan kerja bodong menjalankan aksinya. Kendati demikian, Gira masih mempertimbangkan untuk melaporkan kasusnya ke kepolisian, meskipun dirinya menjadi korban penipuan dan uangnya sebanyak Rp 350 ribu dari Rp 1,6 juta yang diminta melayang.
“Kalau saya lapor takut identitas saya ketahuan oknum pelaku kejahatan yang mungkin punya jaringan luas. Saya takut ada anggotanya yang bakal cari saya. Saya masih pertimbangkan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang driver ojek online bernama Achmad berhasil menyelamatkan seorang pencari kerja yang terjebak dugaan penipuan lowongan kerja dalam sebuah Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi.
Dikutip dari instagram @gojek24jam Rabu (26/7), awalnya seorang pria bernama Gira, mencari kerja dan mendapatkan panggilan kerjaan. Adapun proses recruitment sendiri dilakukan di sebuah Ruko di Kota Bekasi. Dalam perjalanannya, bukannya senang mendapat pekerjaan, di dalam Ruko tersebut, Gira justru ketakutan karena seperti ditahan.
Merasa tidak nyaman, Gira pun berupaya memesan ojek online, agar bisa keluar dari Ruko itu.
“Mas tolongin saya. Saya Gemeteran,” ucap Gira usai mendapatkan driver.
Sementara itu, mendapat customer yang terlihat aneh, sang driver pun langsung berupaya menanyakan kondisi costumer.
“Kenapa kak?” Tanya driver bernama Achmad RM.
“Mau kabur dari tempat ini. Saya di Ruko No.83. Saya bingung ijin keluarnya gimana kaya ditahan. Takut kasus penipuan,” jelas Gira.
Mendapati keterangan costumer yang ketakutan, Achmad pun mencoba menguatkan costumer sembari membuat strategi agar costumernya bisa keluar dari Ruko.
“Langsung ke luar aja. Bilang pesen Gofood,” pinta Achmad.
Strategi itu ternyata sempat tak berhasil. Bahkan Gira tetap ditahan di dalam Ruko dan dilaran pesan makanan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
