Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2023 | 18.05 WIB

Kadisnaker Kota Bekasi Tak Gubris Soal Kasus Penipuan Loker yang Diselamatkan Ojol

ILUSTRASI. Ojol - Image

ILUSTRASI. Ojol

JawaPos.com - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan enggan menanggapi perihal praktek penipuan lowongan kerja yang menimpa salah seorang customer ojek online bernama Gira. Ia mendapatkan info lowongan kerja ruko di Kota Bekasi.

Namun, alih-alih mendapatkan pekerjaan, Gira malah diperas uangnya hingga Rp 1,5 juta. Meskipun akhirnya ia hanya memberikan uang sebanyak Rp 350 ribu.
 
JawaPos.com sudah berusaha menghubungi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi Ika Indah Yarti untuk menanggapi terkait penipuan lowongan kerja berakhir pemerasan ini. Namun, pesan singkat hingga telepon pun tak digubrisnya dalam dua hari belakangan ini.
 
Saat JawaPos.com menginformasikan akan memuat berita bahwa Disnaker Kota Bekasi enggan buka suara soal kasus penipuan ini, Ika pun tak menggubrisnya hingga berita ini dimuat.
 
 
Sebelumnya, penumpang ojek online bernama Gira, yang berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi , ternyata menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.
 
Awalnya menurut Achmad, Selasa (25/7) pagi, usai dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira, Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta, Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang kereta api menuju Kota Bekasi.
 
“Dapat orderan seperti yang beredar (di Medos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).
 
 
Curiga, Achmad pun langsung menanyakan kondisi Gira.
 
“Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.
 
Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut, dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta.
 
Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore