
Mario Teguh
JawaPos.com-Kuasa hukum Mario Teguh menyatakan, kliennya membantah pernah menjalin kerja sama dengan Sunyoto Indra Prayitno, orang yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Mario Teguh dalam rilisnya juga membantah telah menerima uang sebesar Rp 5 miliar.
Atas bantahan tersebut, Djamaludin Koedoeboen selaku pengacara pelapor memberikan tanggapan. Tidak mau dianggap mengada-ngada, dia pun membongkar perjanjian kesepakatan kerja sama yang tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) dan ditandatangani pada tahun lalu.
Dia mengatakan, penandatanganan MOU dilakukan pada 30 Agustus 2022. Namun, dalam dokumen tertulis tanggal 18 Agustus 2022. Proses penandatanganan ini dilakukan pihak pelapor bersama Linna Susanto, istri Mario Teguh.
Mario Teguh dan istri berperan sebagai konsultan branding, komunikasi pemasaran, social media positioning, hingga pengembangan komunitas online dalam bisnis skincare milik pelapor.
Jika Mario Teguh membantah tidak pernah melakukan penandatanganan MOU, menurut pihak pelapor, itu hanya caranya untuk ngeles. "Memangnya si Linna itu siapa? Memangnya orang kenal Linna? Siapa dia sampai dibayar mahal seperti itu? Memang kelebihan dia apa ?," kata Djamaludin Koedoeboen kepada JawaPos.com, Jumat (14/7).
Dia juga mengungkapkan, Mario Teguh muncul secara langsung dalam sejumlah pertemuan dengan pihak kliennya untuk memberikan pemaparan, motivasi, dan segala macam. Sebagai konsultan branding, dia sempat memberikan pemaparan dan janji-janji bisa mendatangkan penghasilan hingga puluhan miliar rupiah dengan menggunakan jaringan pemasarannya.
Dalam MOU, lanjut Djamaludin Koedoeboen, kliennya sepakat berkerja sama dengan Mario Teguh dan istri selama 5 tahun dengan nilai kerja sama mencapai Rp 5 miliar. Dengan pembayaran DP sebesar RP 1 miliar dan 40 kali angsuran setiap bulannya sebesar RP 100 juta. "Di situ juga ada pembagian hasil dari penjualan produk sebesar Rp 15 persen," tuturnya.
Mario Teguh dan istrinya menjanjikan penjualan produk skincare dari pelapor akan meningkat di tangannya dengan iming-iming memiliki jumlah followers mencapai 32 juta orang. Selain itu, mereka juga mengaku bisa membawa ratusan ribu agen untuk untuk reseller produk. "Bahkan iming-imingnya bisa sampai ke Malaysia, Hongkong, dan Singapura," tuturnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
