
Ketua Umum LPOI Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj. (Istimewa)
JawaPos.com - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menilai peluncuran buku Historiografi Islam Nusantara di Surabaya, Jawa Timur, dapat memperkuat posisi strategis Indonesia di kancah global di tengah memuncaknya konflik peradaban dan ketegangan geopolitik dunia.
Ketua Umum LPOI sekaligus penulis buku tersebut Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj mengatakan, posisi Indonesia sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk Muslim sangat menarik perhatian bangsa-bangsa besar.
Sehingga menurut dia, pemahaman mendalam mengenai akar sejarah dan masa lalu bangsa menjadi sangat krusial.
Menurut Kang Said, pemahaman mengenai Islam Nusantara tidak cukup hanya dengan menelusuri waktu kedatangan atau penyebaran ajarannya semata, melainkan menuntut kesadaran sejarah yang utuh untuk melihat bagaimana Islam berinteraksi dengan kebudayaan lokal serta membentuk institusi sosial.
”Islam di Nusantara hadir tidak hanya sebagai agama mayoritas, tetapi juga berperan aktif dalam membangun jaringan pendidikan, perdagangan, hukum, diplomasi, bahasa, kesusastraan, hingga berbagai institusi sosial dan politik yang menjadi pilar peradaban,” papar Kang Said.
Melalui buku 11 jilid yang disusunnya, dia mendedikasikan karya tersebut untuk mengajak pembaca melihat historiografi Islam Nusantara sebagai ruang kajian ilmiah yang dinamis, terbuka terhadap berbagai perspektif, serta responsif terhadap penemuan sumber-sumber sejarah baru.
Dalam kerangka sejarah tersebut, organisasi Islam modern seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan berbagai ormas Islam lain, diposisikan sebagai subjek aktif yang menghasilkan pengetahuan, menyimpan memori kolektif, serta mewariskan pengalaman melalui arsip dan dokumen internal.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LPOI sekaligus co-author buku Imam Pituduh menjelaskan, pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi peluncuran perdana dilakukan untuk melakukan napak tilas sejarah revolusi kemerdekaan serta mengambil berkah semangat para wali dan kerajaan Nusantara dalam menyambut Hari Santri 2026.
Di tengah arus informasi publik yang serba ringkas dan terfragmentasi saat ini, Imam Pituduh mengingatkan pentingnya membekali masyarakat dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak terjadi penyederhanaan maupun manipulasi sejarah masa lalu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022