Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan perkembangan pencairan dana BOS untuk madrasah dan Raudlatul Athfal (RA) tahun anggaran 2025. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Sarana dakwah tidak hanya lewat mubalig atau khatib di atas mimbar masjid atau musala. Generasi masa kini lebih mudah menerima dakwah dengan medium kreatif. Salah satunya dari film.
Di Indonesia begitu banyak sineas-sineas muda berbakat. Maka dari itu, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025. Alhasil, lahir 83 karya film yang berasal dari kreator-kretor yang berasal dari dari 34 provinsi. Dari jumlah itu, mengikuti kompetisi untuk tiga kategori, yaitu film dokumenter, film fiksi, dan film animasi. Setiap karya menampilkan kreativitas anak bangsa dalam mengemas nilai-nilai keislaman dengan pendekatan yang segar dan kontekstual.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, film merupakan medium seni yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Film Islami mampu menjadi sarana dakwah yang lebih inklusif dan relevan bagi generasi masa kini.
“Film ini adalah sebuah karya seni. Dan di dalam Islam, itu sangat compatible kalau kita bicara tentang seni. Penganugerahan Kompetisi Film Islami oleh Kementerian Agama kali ini semakin banyak pesertanya dibanding dengan tahun-tahun yang lampau,” ujar Nasaruddin di Jakarta pada Selasa (11/11).
Baca Juga: Bikin Ramadhan jadi Bermakna: Rekomendasi 5 Film Islami yang Menyentuh Jiwa dan Penuh Hikmah
Ke depan, Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) akan terus mengembangkan penyelenggaraan kompetisi itu agar lebih profesional dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Barangkali yang akan datang, kami bisa lebih membuka secara profesional. Mungkin nanti ada final nominasinya siapa, kemudian kita pilih mana yang terbaik dengan melibatkan lembaga-lembaga tertentu yang bisa berkontribusi,” tambah Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengapresiasi antusiasme para peserta Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025. Menurut dia, film islami merupakan media strategis untuk menyebarkan pesan-pesan rahmatan lil 'alamin melalui pendekatan seni, estetika, dan naratif.
"Film bukan hanya menyampaikan pesan moral, tetapi juga menggugah, memberi pencerahan, dan menumbuhkan optimisme masyarakat," ujarnya.
Dia menambahkan, Ditjen Bimas Islam akan terus mendukung para sineas muda untuk menyampaikan gagasan kreatif dalam memperkuat literasi keagamaan melalui media visual. "Kami ingin nilai-nilai keislaman disampaikan dengan cara-cara kekinian, menarik, dan inspiratif," lanjutnya.
Berikut daftar pemenang Kompetisi Film Islami 2025 sesuai keputusan resmi Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 1057 Tahun 2025:

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
