Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 21.07 WIB

Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Ramadan 2026, Lukman Hakim Saifuddin Sebut Sidang Isbat Tetap Perlu Digelar

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (dua dari kiri) di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (dua dari kiri) di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada 18 Februari. Kemudian Idul Fitri atau 1 Syawal jatuh pada 20 Maret.

Meskipun sudah ada penetapan, negara tetap harus melaksanakan Sidang Isbat tahun depan. Pesan tersebut disampaikan mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

"Meskipun Sidang Isbat dikatakan menghabiskan anggaran, tetap perlu dijalankan," kata Lukman dalam diskusi tentang Pesantren dan Kehadiran Negara di Jakarta.

Dia mengatakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa, lebaran, atau Idul Adha itu wujud relasi antara negara dengan agama di Indonesia. Dia menegaskan Indonesia bisa negara Islam. Di sisi lain Indonesia bukan negara sekuler.

Di Indonesia, pemerintah atau negara memberikan pelayanan kepada umat beragama. Pelaksanaan Sidang Isbat itu, sebagai bentuk pelayanan negara kepada umat beragama. Itupun hasilnya mau dijalankan atau tidak, merupakan hak dari masing-masing umat.

"Buktinya pernah terjadi perbedaan," tutur Lukman.

Dalam diskusi itu Lukman mengatakan Indonesia tidak seperti Vatikan atau Arab Saudi. Di mana di negara tersebut fatwa ulama atau pemuka agama adalah peraturan negara.

Indonesia juga bukan seperti sejumlah negara sekuler di Eropa. Di mana negara sama sekali tidak mencampuri urusan agama penduduknya.

PP Muhammadiyah mulai menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Sehingga tanggal-tanggal penting dalam Islam sudah mereka tetapkan. Bahkan sampai dengan 30 tahun ke depan.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas mengatakan, mereka mulai menggunakan KHGT pada 1447 Hijriyah. Sehingga sudah menetapkan tanggal-tanggal penting terkait ibadah umat Islam untuk 2026.

Misalnya awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan ini merevisi ketetapan sebelumnya yang menyebutkan 1 Ramadan 1447 Hijriyah jatuh pada 19 Februari. Kemudian untuk pengujung bulan puasa atau 30 Ramadan jatuh pada 19 Maret 2026. Sehingga lebaran tahun depan diputuskan jatuh pada 20 Maret. 

Hamim mengatakan KHGT merupakan produk dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI). "Mereka (OKI) berharap negara-negara Islam menggunakan KHGT)," kata dia.

Pertimbangan dari OKI supaya menjaga nama baik Islam. Karena belum memiliki kalender tunggal untuk agama Islam, OKI memandangnya kurang baik. 

"Kok pada zaman begini belum memiliki kalender tunggal kan aneh. Karena secara ilmu itu bisa," tutur Hamim Ilyas.

Dengan pertimbangan itu, Muhammadiyah memutuskan untuk menggunakan KHGT. Keputusan itu diambil dalam Muktamar Muhammadiyah di Makassar 2015.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore