
Anak muda menghadiri pengajian dengan tajuk Peaceful Muharam bersama Gen-Z di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/6). (Dok. Kemenag)
JawaPos.com - Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah diperingati dengan berbagai macam kegiatan. Tentunya semua itu bernuansa Islami. Di Masjid Istiqlal Jakarta menggelar “Peaceful Muharam bersama Gen-Z” pada Jumat (27/6).
Event dengan format talkshow itu diikuti dari sekitar dua ribu jemaah. Menariknya, para jemaah itu berasal dari kalangan generasi Z atau mereka dari kalangan kelahiran 1997 hingga 2012. Peaceful Muharam bersama Gen-Z menghadirkan Ustad Dennis Liem dan Gus Romzy Ahmad.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengapresiasi dengan banyak anak muda yang memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1447 H ini untuk memperkuat kesadaran spiritual dan karakter.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menekankan pentingnya generasi muda memiliki nilai al-Qawiyyu (kuat) dan al-Amin (terpercaya). “Kalau dulu Istiqlal hanya dipenuhi oleh para pensiunan, hari ini justru dipenuhi oleh anak-anak muda yang menghidupkan masjid. Ini bukan sekadar perubahan demografi. Ini pertanda bangkitnya kesadaran generasi penerus,” ujarnya, Jumat (27/6).
Nasaruddin menggarisbawahi, Bangsa Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. “Pintar itu baik, tapi belum cukup. Kita butuh generasi yang jujur, tahan uji, punya loyalitas, dan bisa dipercaya. Itulah esensi dari al-amin,” ungkapnya.
Adapun “Peaceful Muharam bersama Gen-Z” merupakan serangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Islam yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 16 Juli 2025. Kegiatan itu digelar oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag).
Masih dalam sambutannya, Menteri Agama mengisahkan proses seleksi ketat yang dilakukan oleh sebuah perusahaan multinasional di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari 200 pendaftar, hanya dua orang yang dianggap layak. Jumlah yang sedikit itu bukan karena pesernya kurang pintar, tetapi karena kurang karakter.
“Yang lolos adalah mereka yang lurus dan tahan tekanan. Karena masa depan tidak bisa dibangun oleh orang yang cepat goyah atau mudah tergoda,” tegasnya.
Contoh lain, kisah transformasi perusahaan otomotif di India yang berhasil bukan lewat pelatihan teknis di Jepang, melainkan lewat pelatihan meditasi dan spiritualitas. “Yang membawa perubahan justru bukan yang paling mahal pendidikannya, tapi yang paling jernih jiwanya,” tambahnya.
Menurut dia, pelajaran penting dari semua kisah itu adalah bahwa karakter adalah fondasi utama kepemimpinan. Tanpa amanah dan keimanan, ilmu dan teknologi bisa kehilangan arah.
“Rasulullah digelari al-amin sebelum menjadi nabi. Artinya, karakter adalah syarat awal untuk jadi pemimpin umat. Maka kalian, anak-anak muda hari ini, harus membangun reputasi yang sama sejak muda,” pesannya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengapresiasi format kegiatan yang kreatif, inspiratif, dan selaras dengan bahasa generasi saat ini. Ia menilai Peaceful Muharam adalah bukti bahwa masjid bisa menjadi ruang yang hidup dan relevan bagi Gen-Z.
“Saya bangga, hari ini dakwah kita tidak kaku. Masjid kita tidak sunyi. Anak muda kembali menjadi bagian dari gerakan perubahan yang damai dan mencerahkan,” ucapnya.
Ia pun menutup sambutan dengan ajakan reflektif. “Bangun masa depan kalian dengan iman, karakter, dan cinta damai. Karena kalianlah harapan bangsa dan umat," tandasnya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari desain besar Kemenag dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan anak muda.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
