Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 17.12 WIB

Idul Adha, Muhammadiyah Dorong Penyembelihan Kurban Ramah Lingkungan dengan Tidak Gunakan Plastik

Sejumlah hewan kurban sapi asal Tabanan Bali di Pedagang Musimam Baba Farm Haji Dodo, Ciracas, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Sejumlah hewan kurban sapi asal Tabanan Bali di Pedagang Musimam Baba Farm Haji Dodo, Ciracas, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Umat Islam akan merayakan Idul Adha atau hari raya kurban. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang tidak ramah lingkungan. Seperti pemanfaatan plastik sebagai pembungkus daging.

Dia mengatakan masyarakat sebaiknya tetap memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan saat proses penyembelihan hewan kurban. "Belakangan populer istilah Green Kurban," kata Anwar dalam diskusi menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah di Jakarta pada Rabu (4/6). Diskusi tersebut juga dihadiri Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander.

Adapun Green Kurban merupakan penyembelihan hewan kurban sampai proses distribusi atau pembagian ke masyarakat memperhatikan aspek lingkungan hidup. Misalnya bagi yang selama ini menggunakan plastik untuk pembungkus daging kurban sudah mencari alternatif. Sebagai gantinya kemasan daging kurban menggunakan bambu atau daun. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai beralih menggunakan besek bambu sebagai ganti tas kresek untuk bungkus daging kurban. 

Selain itu, Anwar juga menyoroti limbah hewan kurban juga kadang kurang dikelola dengan baik. Misalnya saat membersihkan bagian lambung sapi, kambing, maupun domba. "Kadang kotorannya dibuang ke sungai begitu saja," katanya. Kebiasaan itu bisa mencemari lingkungan air sungai. 

Di tempat yang sama, Harry Alexander mengatakan Idul Adha juga terkait dengan penyelenggaraan haji. Sehari sebelum Idul Adha atau 9 Zulhijah, jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. "Tahun ini pelaksanaan wukuf insyaallah jatuh pada 5 Juni. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia," katanya. 

Untuk itu, dia berharap jemaah haji Indonesia di Saudi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan pada saat di Makkah atau Madinah. Termasuk saat melaksanakan Wukuf di Arafah. "Kita kenalkan konsep Green Hajj," tuturnya. 

Ada banyak hal yang bisa dilakukan jemaah haji untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. D iantaranya dengan menggunakan tempat minum isi ulang. Karena pada musim haji, apalagi di cuaca terik seperti sekarang, penggunaan air minum kemasan botol di Makkah sangat besar.

Upaya lain yang bisa dilakukan jemaah haji Indonesia adalah, berhemat menggunakan air. Misalnya saat mandi di hotel. "Jika biasanya pakai gayung, di hotel pakai shower," tuturnya. Kondisi ketersediaan air tanah di Saudi berbeda dengan di Indonesia. Alangkah baiknya jemaah haji berhemat air saat di hotel. 

Termasuk ketika berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, juga harus hemat air. Karena keberadaan toilet di tiga tempat itu terbatas. Sementara semua jemaah dari penjuru dunia berkumpul di sana. (wan) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore