
Sejumlah hewan kurban sapi asal Tabanan Bali di Pedagang Musimam Baba Farm Haji Dodo, Ciracas, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Umat Islam akan merayakan Idul Adha atau hari raya kurban. Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyoroti pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang tidak ramah lingkungan. Seperti pemanfaatan plastik sebagai pembungkus daging.
Dia mengatakan masyarakat sebaiknya tetap memperhatikan kesehatan dan kelestarian lingkungan saat proses penyembelihan hewan kurban. "Belakangan populer istilah Green Kurban," kata Anwar dalam diskusi menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah di Jakarta pada Rabu (4/6). Diskusi tersebut juga dihadiri Anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander.
Adapun Green Kurban merupakan penyembelihan hewan kurban sampai proses distribusi atau pembagian ke masyarakat memperhatikan aspek lingkungan hidup. Misalnya bagi yang selama ini menggunakan plastik untuk pembungkus daging kurban sudah mencari alternatif. Sebagai gantinya kemasan daging kurban menggunakan bambu atau daun. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai beralih menggunakan besek bambu sebagai ganti tas kresek untuk bungkus daging kurban.
Selain itu, Anwar juga menyoroti limbah hewan kurban juga kadang kurang dikelola dengan baik. Misalnya saat membersihkan bagian lambung sapi, kambing, maupun domba. "Kadang kotorannya dibuang ke sungai begitu saja," katanya. Kebiasaan itu bisa mencemari lingkungan air sungai.
Di tempat yang sama, Harry Alexander mengatakan Idul Adha juga terkait dengan penyelenggaraan haji. Sehari sebelum Idul Adha atau 9 Zulhijah, jemaah haji melakukan wukuf di Arafah. "Tahun ini pelaksanaan wukuf insyaallah jatuh pada 5 Juni. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia," katanya.
Untuk itu, dia berharap jemaah haji Indonesia di Saudi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan pada saat di Makkah atau Madinah. Termasuk saat melaksanakan Wukuf di Arafah. "Kita kenalkan konsep Green Hajj," tuturnya.
Ada banyak hal yang bisa dilakukan jemaah haji untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. D iantaranya dengan menggunakan tempat minum isi ulang. Karena pada musim haji, apalagi di cuaca terik seperti sekarang, penggunaan air minum kemasan botol di Makkah sangat besar.
Upaya lain yang bisa dilakukan jemaah haji Indonesia adalah, berhemat menggunakan air. Misalnya saat mandi di hotel. "Jika biasanya pakai gayung, di hotel pakai shower," tuturnya. Kondisi ketersediaan air tanah di Saudi berbeda dengan di Indonesia. Alangkah baiknya jemaah haji berhemat air saat di hotel.
Termasuk ketika berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, juga harus hemat air. Karena keberadaan toilet di tiga tempat itu terbatas. Sementara semua jemaah dari penjuru dunia berkumpul di sana. (wan)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
