Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 05.39 WIB

Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Bolehkah Puasa Arafah Sekaligus Qadha? Ini Niat Puasa Arafah dan Niat Qadha Puasa Ramadhan

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik) - Image

Ilustrasi bulan Dzulhijjah. (Jcomp/Freepik)

JawaPos.Com - Setiap tahun, datangnya bulan Dzulhijjah membawa banyak keberkahan dan keutamaan. Salah satunya adalah puasa Arafah, yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji. 

Berdasarkan informasi dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), umat Islam di seluruh Indonesia akan melaksanakan puasa Arafah pada hari Kamis, 5 Juni 2025, yang bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Keesokan harinya, yakni Jumat, 6 Juni 2025, umat Muslim akan merayakan momen istimewa Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1446 H. 

Puasa sunnah Arafah sangat dianjurkan karena memiliki pahala luar biasa, yakni menghapus dosa selama dua tahun, satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Tak mengherankan jika umat Islam begitu antusias menyambut datangnya tanggal 9 Dzulhijjah dengan berpuasa Arafah.

Tapi, bagaimana jika kamu masih memiliki hutang puasa Ramadhan? Apakah boleh niat puasa Arafah sekaligus untuk mengqadha puasa Ramadhan? 

Dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah SWT secara tegas mewajibkan setiap Muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan karena udzur tertentu seperti sakit, haid, bepergian, atau sebab syar'i lainnya untuk mengqadha atau mengganti puasa tersebut di hari lain. Ini bukan sekadar anjuran, tapi merupakan perintah langsung dari Allah.

"… Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)

Ayat ini menunjukkan bahwa meskipun Islam memberi keringanan untuk tidak berpuasa dalam kondisi tertentu, tetap ada tanggung jawab yang harus ditunaikan: yaitu mengqadha di waktu lain sebelum Ramadhan berikutnya tiba.

Jadi, bagi siapa pun yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan, penting untuk menyegerakan qadha-nya sedangkan puasa Arafah adalah bersifat sunnah. Namun bagi kamu yang sudah melengkapi hutang puasa bisa melaksanakan puasa Arafah dengan niat puasa Arafah

Dilansir dari NU Online, Wakil Sekretariat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), Alhafiz Kurniawan, menyampaikan bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa Arafah diperbolehkan dan hukumnya sah.

Artinya, bagi kamu yang sedang mengqadha puasa Ramadhan bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah), kamu tetap bisa mendapatkan pahala dan keutamaan puasa Arafah, meskipun niat utamanya adalah untuk qadha puasa wajib.

Meski penggabungan niat ini dibolehkan, Alhafiz menegaskan bahwa dalam praktiknya, lebih utama jika seseorang mendahulukan mengqadha puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah, termasuk puasa Arafah.

Lalu, setelah mengetahui hukum dan keutamaan menggabungkan puasa Arafah dengan qadha Ramadhan, satu hal penting yang tak boleh dilupakan adalah niat. Berikut ini adalah bacaan niat puasa Arafah, niat qadha puasa Ramadhan.

Niat Puasa Qadha Ramadhan

وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore