Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 20.22 WIB

Ma’ruf Amin: Pengawasan Siaran Dakwah Tidak Cukup dengan Aturan, Harus Pemantauan Langsung

Mantan Wapres Ma - Image

Mantan Wapres Ma

JawaPos.com - Siar agama tidak hanya perlu dikencangkan pada periode bulan suci Ramadhan belaka. Harus setiap waktu. Hanya saja sepanjang bulan Ramadhan, siar dan dakwah perlu lebih ditingkatkan lagi.

Mantan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mengatakan, dalam penyiaran siar agama Islam, perlu pengawasan konten yang ketat. Artinya konten-konten yang disiarkan benar-benar sesuai nilai-nilai keislaman. Untuk itu, lintas lembaga perlu memperkuat pengawasan konten siaran tersebut.

"Pengawasan tidak cukup hanya lewat aturan, tapi juga melalui pemantauan langsung, agar Ramadhan tidak ternodai oleh siaran-siaran yang kontraproduktif dan tidak membawa kebaikan,” ujar Ma’ruf Amin di sela pengumuman pemenang Anugerah Syiar Ramadan (ASR) 2025.

Acara penganugerahan itu digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag pada Jumat malam (23/5). ASR tahun ini mengusung tema "Siaran Ramadan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa". ASR tahun ini merupakan gelaran ke-10 sejak pertama kali dihelat pada 2015. Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, Media Center KPI Pusat, dan MUI TV.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, media dakwah mesti menjadi kompas moral yang mengarahkan transformasi sosial menuju masyarakat yang beretika dan bersolidaritas. Kemenag berupaya memperkuat ekosistem dakwah media yang moderat dan berdampak.

“Salah satu inisiatif strategis yang tengah dikembangkan adalah implementasi Kurikulum Cinta, yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman sejak usia dini,” kata Kamaruddin.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Abu Rokhmad mengatakan, ASR berfungsi sebagai panggung apresiasi bagi karya-karya penyiaran Islam yang mampu membangun karakter bangsa. Melalui ajang itu diharapkan tayangan keagamaan di media semakin edukatif, inspiratif, dan moderatif.

“Siaran yang baik bukan sekadar tontonan, tetapi menjadi tuntunan. Karenanya, Anugerah Syiar Ramadan 2025 berfungsi menjaga etika publik, sekaligus panggung apresiasi bagi karya-karya syiar agama Islam yang membangun karakter bangsa,” ujar Abu.

Untuk diketahui, ada 21 kategori penghargaan diberikan. Semua itu mencakup program televisi, radio, serta penghargaan khusus dari Kemenag dan MUI. Penghargaan khusus dari Kemenag diberikan kepada Dai 3T Inspiratif dan Moderat Milenial Agent (MMA) inspiratif.

Untuk program televisi dinilai dalam 10 kategori, antara lain dakwah non-talkshow (ceramah dan kultum), talkshow, wisata budaya, hiburan religi, hingga iklan layanan masyarakat. Untuk radio, terdapat enam kategori serupa.

Sementara MUI memberi penghargaan pada program yang mendukung gaya hidup halal, ekonomi syariah, dan literasi digital Islami.

Jumlah peserta ASR 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, 111 lembaga penyiaran ikut serta, terdiri dari 21 TV dan 90 radio, naik dari 80 lembaga pada 2024. Jumlah program yang dilombakan juga meningkat menjadi 536 program, terdiri dari 166 program acara TV dan 370 program radio, dibandingkan tahun lalu hanya 394 program.

Daftar pemenang Anugerah Syiar Ramadan 2025:

Penghargaan Khusus Kemenag:

1. Dai 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Inspiratif:

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore