
Peternak mustahik yang tergabung dalam Balai Ternak Blora memberi makan domba atau kambing yang sehat. (Humas Baznas)
JawaPos.com - Idul Adha atau Idul Kurban semakin dekat. Hari raya ini menjadi momen peternak kambing, khususnya kelompok mustahik (penerima zakat) meraup untung. Lewat pembinaan yang intensif, peternak mustahik itu diharapkan naik kelas jadi muzaki (pembayar zakat).
Pemberdayaan peternak kambing mustahik itu dilakukan lewat Balai Ternak Baznas yang dibangun di sejumlah daerah. Lewat Balai Ternak itu, mereka mendapatkan bantuan kambing, kandang, sampai pendampingan dari ahli. Harapannya adalah kambingnya bisa semakin banyak, tumbuh dengan sehat, dan bisa dijual saat Idul Kurban. Layanan Balai Ternak untuk mustahik atau masyarakat kurang mampu itu didirikan oleh Baznas.
Deputi II Baznas Muhammad Imdadun Rachmat mengatakan Balai Ternak terbaru yang dibangun adalah di Blora. Balai Ternak itu merupakan Balai Ternak yang ke-47 dari 54 titik yang akan dibangun pada 2025.
"Insya Allah balai-balai ternak seperti ini akan terus kita kembangkan di seluruh Indonesia," kata Imdadun dalam keterangannya Kamis (15/5) malam.
Dia mengatakan program pendirian Balai Ternak itu merupakan salah satu dari program pengembangan ekonomi masyarakat. Menurut Imdadun, salah satu bentuk program pengembangan ekonomi mustahik di pedesaan adalah program Balai Ternak. Nantinya untuk memenuhi program kurban kambing, Baznas bisa membeli kambing dari Balai Ternak itu.
Dia bersyukur di berbagai tempat program tersebut berdiri telah menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan mustahik. “Banyak peternak-peternak yang telah berubah statusnya dari mustahik menjadi muzaki, banyak yang telah lepas dari kemiskinan ekstrem," kata dia. Oleh karena itu program Balai Ternak tersebut akan terus ditambah jumlahnya dalam beberapa waktu ke depan.
Sementara itu Ketua Baznas Prof. Noor Achmad menyampaikan bahwa Program Balai Ternak merupakan strategi mereka dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal. Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Balai Ternak ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis komunitas.
Noor menjelaskan, Balai Ternak ini mengadopsi sistem pemeliharaan komunal. Di mana ternak dipelihara secara bersama-sama dalam satu kawasan. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi dalam manajemen pakan dan kesehatan ternak. Serta memfasilitasi pendampingan yang lebih intensif bagi peternak.
“Melalui model pemberdayaan ekonomi masyarakat, kami memberikan aset produktif berupa ternak kepada mustahik. Dengan harapan mereka dapat mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan,” ucap Noor.
Balai Ternak di Blora yang baru didirikan memiliki 205 ekor domba. Meliputi 49 ekor indukan domba jenis Cross Texel, Cross Merino, dan Dorper F1. Kemudian 97 ekor domba bakalan jantan jenis Cross Merino, Cross Texel, Cross Garut, dan Awassi. Lalu 2 ekor pejantan Texel dan Dorper F1, serta 1 ekor anakan jantan. (wan)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
