
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com - Puasa Ramadhan seharusnya menjadi ibadah yang menyehatkan sekaligus meningkatkan kualitas spiritual bagi orang yang menjalaninya.
Namun, tidak sedikit orang yang melaksanakan ibadah puasa justru merasa cepat lemas, mengantuk, bahkan tidak bertenaga pada siang hari bulan Ramadhan.
Kondisi tersebut sering kali bukan karena ibadah puasanya, melainkan akibat kesalahan pola makan dan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.
Berikut 4 kesalahan yang sering terjadi dan membuat orang yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan merasa cepat lemas dan berat.
Salah satu kesalahan paling umum terjadi adalah tidak melakukan santap sahur. Padahal, sahur tidak hanya berbuah pahala bagi yang melaksanakannya, tapi juga berfungsi sebagai sumber energi utama selama satu hari penuh berpuasa.
Orang yang melaksanakan puasa Ramadhan juga kerap merasa lemas pada siang hari karena melaksanakan sahur tapi asal-asalan. Misalnya, sahur pada jam 12 malam, padahal yang dianjurkan adalah sahur saat menjelang waktu imsak.
Ada kalanya waktu sahurnya benar menjelang waktu imsak namun santap sahur dengan makanan instan, gorengan, atau hanya minum teh manis. Jika ini terjadi, tubuh akan kekurangan protein, serat, dan energi tahan lama. Akibatnya, kadar gula darah akan cepat menurun dan tubuh akan terasa lemas saat berpuasa.
Sebaiknya, memilih menu sahur seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, telur, ikan, serta serat dari sayuran dan buah-buahan.
Minuman dan makanan manis memang sungguh menggoda, apalagi saat berbuka puasa. Namun, mengonsumsi gula berlebih justru bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang akan diikuti dengan penurunan drastis.
Kondisi ini membuat tubuh jadi cepat lelah, pusing, dan mengantuk pada siang hari bulan Ramadhan. Kondisi ini sering disebut sebagai sugar crash.
Sebaiknya, batasi makanan dan minuman manis, terutama saat sahur. Gunakan gula alami dari buah-buahan dan sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks agar energi dilepas lebih stabil.
Dehidrasi ringan sering tidak disadari, tapi dampaknya besar pada saat berpuasa. Kurang minum air putih saat berbuka dan sahur bisa menyebabkan tubuh cepat lemas, sulit fokus, dan mudah mengantuk.
Tubuh setidaknya membutuhkan 8 gelas air putih sehari atau sekitar 2 liter. Sebaiknya, terapkan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur) untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah begadang tanpa alasan penting. Misalnya, bermain gaplek sampai waktu sahur, main game, handphone, atau menonton hingga larut malam. Kurang tidur akan membuat tubuh tidak punya waktu cukup untuk proses pemulihan.
Akibatnya, metabolisme akan terganggu dan tubuh terasa sangat lemas pada siang hari berpuasa meski asupan makanan cukup.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
