Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 16.32 WIB

Khutbah Jumat tentang Bahaya Kecanduan Handpone: Gerus Ibadah, Rusak Muamalah

Warga Muslim menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara

JawaPos.com-- Khutbah Jumat merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaan ibadah sholat Jumat. Tanpa adanya khutbah, sholat Jumat menurut mayoritas ulama dinyatakan tidak sah.

Sholat Jumat hanya dua rakaat dan menjadi pengganti dari sholat Dzuhur yang memiliki empat rakaat. Ada ulama menyatakan, penghitungan dua rakaat lainnya dalam pelaksanaan ibadah sholat Jumat terletak pada khutbah Jumat. Oleh karena itu, sebaiknya kita datang ke masjid atau tempat ibadah sebelum khutbah dimulai.

Tema khutbah Jumat sebenarnya bisa bermacam-macam dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Khutbah tujuannya untuk memberikan arahan kepada pada jamaah ke jalan yang benar dan mengajak untuk takwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
  
Kali ini, tema khutbah Jumat tentang bahaya kecanduan handphone (HP). Tidak hanya menghabiskan waktu secara tidak produktif, tapi juga dapat melalaikan kewajiban melaksanakan ibadah kepada Allah dan terganggunya hubungan dengan sesama.

Berikut naskah khutbah Jumat yang ditulis oleh ustadz Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung, dilansir dari NU Online.

 
Khutbah I   

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ   

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Ungkapan syukur biqauli: "Alhamdulillahi rabbilalamin" menjadi sebuah keniscayaan bagi kita semua karena Allah SWT telah menganugerahkan berbagai macam nikmat yang tidak bisa kita hitung satu persatu. Insya Allah dengan rasa syukur yang senantiasa terucap di lisan kita, diyakini dalam hati, dan diaplikasikan dalam tindakan kehidupan sehari-hari, nikmat-nikmat tersebut akan senantiasa ditambah oleh Allah SWT.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah SWT.   Semua itu kita lakukan sebagai ikhtiar menjaga diri dari siksa api neraka. Kita diwajibkan untuk menjaga diri dan juga keluarga kita dari siksaan api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6:   

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ    

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah 

Di era digital saat ini, menjaga diri dan keluarga tidak hanya bersifat fisik semata karena saat ini kita hidup di dua dunia yakni dunia nyata dan dunia maya. Perkembangan ilmu dan teknologi telah menghantarkan kita Pada suatu masa dimana banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Namun di balik itu terdapat dampak-dampak negatif akibat perkembangan ilmu dan teknologi bagi mereka yang kurang bijak dalam menggunakannya dan menghantarkan ke neraka.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore