Warga Muslim menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Bandung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bagus Ahmad Rizaldi/Antara
JawaPos.com-- Khutbah Jumat merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaan ibadah sholat Jumat. Tanpa adanya khutbah, sholat Jumat menurut mayoritas ulama dinyatakan tidak sah.
Sholat Jumat hanya dua rakaat dan menjadi pengganti dari sholat Dzuhur yang memiliki empat rakaat. Ada ulama menyatakan, penghitungan dua rakaat lainnya dalam pelaksanaan ibadah sholat Jumat terletak pada khutbah Jumat. Oleh karena itu, sebaiknya kita datang ke masjid atau tempat ibadah sebelum khutbah dimulai.
Tema khutbah Jumat sebenarnya bisa bermacam-macam dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Khutbah tujuannya untuk memberikan arahan kepada pada jamaah ke jalan yang benar dan mengajak untuk takwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Kali ini, tema khutbah Jumat tentang bahaya kecanduan handphone (HP). Tidak hanya menghabiskan waktu secara tidak produktif, tapi juga dapat melalaikan kewajiban melaksanakan ibadah kepada Allah dan terganggunya hubungan dengan sesama.
Berikut naskah khutbah Jumat yang ditulis oleh ustadz Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung, dilansir dari NU Online.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Ungkapan syukur biqauli: "Alhamdulillahi rabbilalamin" menjadi sebuah keniscayaan bagi kita semua karena Allah SWT telah menganugerahkan berbagai macam nikmat yang tidak bisa kita hitung satu persatu. Insya Allah dengan rasa syukur yang senantiasa terucap di lisan kita, diyakini dalam hati, dan diaplikasikan dalam tindakan kehidupan sehari-hari, nikmat-nikmat tersebut akan senantiasa ditambah oleh Allah SWT.
Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menguatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang oleh Allah SWT. Semua itu kita lakukan sebagai ikhtiar menjaga diri dari siksa api neraka. Kita diwajibkan untuk menjaga diri dan juga keluarga kita dari siksaan api neraka, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Di era digital saat ini, menjaga diri dan keluarga tidak hanya bersifat fisik semata karena saat ini kita hidup di dua dunia yakni dunia nyata dan dunia maya. Perkembangan ilmu dan teknologi telah menghantarkan kita Pada suatu masa dimana banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Namun di balik itu terdapat dampak-dampak negatif akibat perkembangan ilmu dan teknologi bagi mereka yang kurang bijak dalam menggunakannya dan menghantarkan ke neraka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
