
Bill Gates memperingatkan kelambanan pemerintahan Donald Trump dalam mengawasi AI dapat membuka jalan bagi senjata biologis dan pandemi yang lebih mematikan daripada Covid-19 (Financial Times)
JawaPos.com - Bill Gates memperingatkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena dinilai menghambat upaya internasional untuk mengantisipasi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Pendiri Microsoft itu menilai lemahnya pengawasan pemerintah dapat membuka jalan bagi kelompok kriminal untuk mengembangkan senjata biologis berbantuan AI dan memicu pandemi yang jauh lebih mematikan daripada Covid-19.
Peringatan tersebut disampaikan Gates dalam forum Financial Times (FT) Future of AI Summit, Rabu (4/11). Dia menyoroti kemampuan model AI yang berkembang sangat pesat dan berpotensi memberikan manfaat sekaligus ancaman besar bagi umat manusia.
"Kemampuan teknologi ini sungguh luar biasa. Potensi manfaat maupun bahayanya tidak boleh diremehkan," ujarnya. Menurut Gates, ancaman paling mendesak datang dari pihak-pihak yang memanfaatkan AI untuk menciptakan senjata biologis dan mengeksploitasi celah keamanan siber.
Risiko tersebut semakin besar karena sejumlah model AI terbuka (open models) memungkinkan pengembang mengakses dan memodifikasi sistemnya secara bebas. Dalam kondisi tertentu, mekanisme pengamanan dan pemantauan yang membatasi penggunaan berbahaya dapat dihilangkan.
Baca Juga:Bill Gates Mengaku Tak Gunakan AI untuk Urusi Kehidupan Pribadi, Ogah Jadikan AI Teman Curhat
Akibatnya, teknologi yang semula dikembangkan untuk kepentingan produktif berpotensi dimanfaatkan untuk merancang ancaman biologis. Gates memperingatkan, "Skala kerusakan akibat insiden keamanan biologis yang melibatkan AI dapat jauh lebih besar daripada Covid-19." Sebagai pembanding, pandemi tersebut diperkirakan berkaitan dengan sekitar 15 juta kematian pada 2020–2021.
Namun, Gates menilai upaya mengantisipasi ancaman itu terkendala sikap Washington yang belum mendukung pengaturan AI secara lebih ketat. Padahal, keterlibatan AS dinilai menentukan keberhasilan pengawasan lintas negara.
"Tidak banyak gunanya mengambil tindakan jika AS tidak ikut terlibat. Karena itu, upaya kami seperti terhambat," katanya. Dia mempertanyakan berapa banyak insiden berbahaya yang harus terjadi sebelum pemerintah AS mengubah sikapnya.
Sikap tersebut berlawanan dengan pendekatan Trump yang menolak regulasi pemerintah lebih ketat dan mendorong industri mengatur dirinya sendiri. Trump bahkan menyebut upaya penyusunan pedoman AI oleh kelompok G20 sebagai agenda globalis.
Gates menilai pengawasan sukarela saja tidak akan memadai karena kepentingan perusahaan dapat berbeda-beda. "Begitu melibatkan banyak perusahaan, satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan ini adalah melalui pemerintah," tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022