Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 November 2026 | 04.31 WIB

Gates Peringatkan Trump, Kelambanan AS Hadapi AI Bisa Picu Pandemi Lebih Mematikan dari Covid-19

Bill Gates memperingatkan kelambanan pemerintahan Donald Trump dalam mengawasi AI dapat membuka jalan bagi senjata biologis dan pandemi yang lebih mematikan daripada Covid-19 (Financial Times) - Image

Bill Gates memperingatkan kelambanan pemerintahan Donald Trump dalam mengawasi AI dapat membuka jalan bagi senjata biologis dan pandemi yang lebih mematikan daripada Covid-19 (Financial Times)

JawaPos.com - Bill Gates memperingatkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena dinilai menghambat upaya internasional untuk mengantisipasi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Pendiri Microsoft itu menilai lemahnya pengawasan pemerintah dapat membuka jalan bagi kelompok kriminal untuk mengembangkan senjata biologis berbantuan AI dan memicu pandemi yang jauh lebih mematikan daripada Covid-19.

Peringatan tersebut disampaikan Gates dalam forum Financial Times (FT) Future of AI Summit, Rabu (4/11). Dia menyoroti kemampuan model AI yang berkembang sangat pesat dan berpotensi memberikan manfaat sekaligus ancaman besar bagi umat manusia.

"Kemampuan teknologi ini sungguh luar biasa. Potensi manfaat maupun bahayanya tidak boleh diremehkan," ujarnya. Menurut Gates, ancaman paling mendesak datang dari pihak-pihak yang memanfaatkan AI untuk menciptakan senjata biologis dan mengeksploitasi celah keamanan siber.

Risiko tersebut semakin besar karena sejumlah model AI terbuka (open models) memungkinkan pengembang mengakses dan memodifikasi sistemnya secara bebas. Dalam kondisi tertentu, mekanisme pengamanan dan pemantauan yang membatasi penggunaan berbahaya dapat dihilangkan. 

Akibatnya, teknologi yang semula dikembangkan untuk kepentingan produktif berpotensi dimanfaatkan untuk merancang ancaman biologis. Gates memperingatkan, "Skala kerusakan akibat insiden keamanan biologis yang melibatkan AI dapat jauh lebih besar daripada Covid-19." Sebagai pembanding, pandemi tersebut diperkirakan berkaitan dengan sekitar 15 juta kematian pada 2020–2021.

Namun, Gates menilai upaya mengantisipasi ancaman itu terkendala sikap Washington yang belum mendukung pengaturan AI secara lebih ketat. Padahal, keterlibatan AS dinilai menentukan keberhasilan pengawasan lintas negara.

"Tidak banyak gunanya mengambil tindakan jika AS tidak ikut terlibat. Karena itu, upaya kami seperti terhambat," katanya. Dia mempertanyakan berapa banyak insiden berbahaya yang harus terjadi sebelum pemerintah AS mengubah sikapnya.

Sikap tersebut berlawanan dengan pendekatan Trump yang menolak regulasi pemerintah lebih ketat dan mendorong industri mengatur dirinya sendiri. Trump bahkan menyebut upaya penyusunan pedoman AI oleh kelompok G20 sebagai agenda globalis.

Gates menilai pengawasan sukarela saja tidak akan memadai karena kepentingan perusahaan dapat berbeda-beda. "Begitu melibatkan banyak perusahaan, satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan ini adalah melalui pemerintah," tegasnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore