Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 November 2026 | 18.08 WIB

Presiden dan Ibu Negara Korea Selatan Mendapatkan Paspor Baru Setelah Data Pribadi Bocor

Presiden dan ibu negara Korea Selatan mendapatkan paspor baru. (Yonhap)

 

 
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada hari Selasa (3/11), menyatakan sedang mengambil langkah untuk menerbitkan ulang paspor bagi ke-168 orang, yang terdampak oleh kebocoran informasi pribadi sensitif secara daring.
 
Penerbitan paspor baru tersebut, termasuk Presiden Lee Jae Myung dan Ibu Negara Kim Hye Kyung, sementara pihak kepolisian menyelidiki bagaimana data tersebut bisa bocor.
 
“Kementerian luar negeri tengah mengambil langkah-langkah cepat, untuk memastikan kelancaran penerbitan kembali paspor bagi semua pihak yang terdampak, termasuk presiden dan ibu negara,” ujar Park Doo Soon selaku juru bicara kementerian dalam sebuah taklimat.
 
Polisi telah memulai penyelidikan awal, terkait kebocoran data yang mencakup informasi pribadi milik pasangan presiden, para anggota kabinet, pejabat senior dari Cheong Wa Dae dan kementerian luar negeri, personel keamanan, serta wartawan yang turut serta dalam delegasi kepresidenan.
 
Badan Kepolisian Nasional meluncurkan penyelidikan, setelah informasi penumpang dan data pribadi sensitif yang berkaitan dengan pesawat kepresidenan, ditemukan diunggah secara daring.
 
Kementerian luar negeri menyatakan, telah meminta pihak berwenang terkait untuk melakukan penyelidikan segera setelah kebocoran tersebut ditemukan, serta tengah bekerja sama dengan kepolisian dan instansi lainnya untuk mencari tahu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi.
 
Kementerian tersebut menyatakan bahwa saat ini mereka memandang insiden itu sebagai kebocoran data, bukan sebagai peretasan, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang akan menyelidiki penyebab dan situasi di balik kejadian tersebut.
 
Pihaknya juga tengah melakukan tinjauan yang lebih luas, termasuk pemeriksaan teknis terhadap komputer dan akun surel yang digunakan, sehubungan dengan perjalanan presiden ke luar negeri pada bulan Juni.
 
Dikutip dari Korea Times, informasi yang terungkap tersebut dilaporkan mencakup nama dalam bahasa Korea dan bahasa Inggris, afiliasi, jabatan, tanggal lahir, nomor paspor, serta tanggal penerbitan dan tanggal kadaluarsa paspor. 
 
Berkas tersebut, kabarnya telah tersedia di sebuah situs web berbayar yang berkaitan dengan keamanan sejak tanggal 2 Juni, sebelum Lee berangkat untuk melakukan perjalanan dan tetap dapat diakses selama berbulan-bulan.
 
Terdapat spekulasi bahwa kebocoran tersebut mungkin melibatkan pihak luar, meskipun para penyelidik belum dapat memastikan situasi di balik pelanggaran keamanan itu, ataupun mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
 
Kementerian luar negeri menyatakan telah mengambil langkah-langkah, untuk menghapus informasi tersebut dari situs web dan sedang memeriksa, apakah ada data pribadi lain yang turut terekspos, sebagai upaya untuk mencegah dampak lebih lanjut.
 
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore