
Larry Ellison, Chairman Eksekutif sekaligus CTO Oracle, memprediksi AI akan mendorong kemakmuran melalui pendapatan universal dan mempercepat pengobatan kanker. / Foto: (The National News)
JawaPos.com — Larry Ellison, Chairman Eksekutif sekaligus Chief Technology Officer Oracle, memprediksi kecerdasan buatan (AI) dan robot akan meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui pendapatan universal, sekaligus mempercepat penanganan kanker.
Berbicara dalam acara Oracle AI World di Las Vegas pada Selasa (27/10), Ellison memperkirakan mayoritas kanker dapat diatasi dalam lima hingga sepuluh tahun, sedangkan pendapatan universal baru berpotensi terwujud lebih dari satu dekade mendatang.
Menurut Ellison, penerapan robot di berbagai industri akan meningkatkan produktivitas karena pekerjaan dapat diselesaikan dengan bantuan teknologi yang lebih baik. “Kami memutuskan untuk menggunakan perangkat yang lebih baik dan membangun sistem yang lebih baik. Perangkat ini membuat manusia jauh lebih mampu dan meningkatkan produktivitas kami,” ujarnya seperti dikutip The National News, Kamis (29/10/2026).
Meski sebagian pekerjaan akan tergantikan, otomatisasi juga berpotensi menekan biaya produksi. Karena itu, Ellison menilai pemerintah perlu mengubah sistem perpajakan agar manfaat ekonomi dari otomatisasi tidak hanya dinikmati perusahaan. “Kita perlu beralih dari memajaki tenaga kerja manusia menjadi memajaki nilai tambah,” katanya.
Menurutnya, pajak atas nilai ekonomi yang dihasilkan robot dapat menjadi sumber pembiayaan pendapatan universal. Dia menggambarkan gagasan itu sebagai universal high income, yakni sistem yang memungkinkan masyarakat menikmati kemakmuran lebih luas dari hasil produktivitas mesin.
Ellison mengakui penerapan sistem tersebut membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun. “Pada akhirnya, robot akan semakin banyak mengerjakan pekerjaan yang tidak ingin kita lakukan, tetapi mereka juga menghasilkan nilai tambah,” ujarnya. Dia optimistis masyarakat akan “menjadi lebih sehat dan lebih sejahtera berkat AI”, dengan catatan sistem perpajakan dan teknologi yang tepat harus mendukung pemerataan manfaatnya.
Namun, gagasan pendapatan universal itu belum mendapat dukungan luas. Dalam laporan pada Mei 2026, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani ketenagakerjaan, menilai bahwa pendapatan dasar universal yang dibiayai pemerintah bukan solusi utama untuk menghadapi dampak AI terhadap pasar kerja.
ILO juga meragukan dua klaim yang kerap disampaikan para pimpinan perusahaan teknologi. Pertama, AI akan menghancurkan lapangan kerja secara besar-besaran. Kedua, peningkatan produktivitas berkat AI akan membuat pemberian bantuan tunai kepada masyarakat tidak memicu inflasi. Menurut ILO, kedua klaim itu tidak didukung bukti empiris yang kuat.
ILO juga mengingatkan bahwa penambahan uang yang diterima masyarakat tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan jika pasokan barang dan jasa terbatas. “Negara dapat meningkatkan angka yang tercetak pada setiap cek. Namun, ketersediaan perumahan, layanan kesehatan, pangan berkualitas, dan layanan perawatan dalam jumlah memadai dengan harga stabil bergantung pada pasokan yang hanya dapat ditingkatkan AI secara parsial dan tidak merata,” demikian laporan tersebut.
Sementara itu, di sektor kesehatan, Ellison memperkirakan AI akan membawa perubahan besar dalam pengobatan kanker. “Manfaat terbesar AI bagi dunia adalah kemampuannya mengatasi sebagian besar kanker dalam lima tahun, atau paling lambat sepuluh tahun,” ujarnya. Dia menegaskan, kemajuan pengobatan ini nantinya harus dapat dinikmati semua orang, bukan hanya kalangan kaya di New York atau California. Meski begitu, prediksi tersebut belum merupakan kepastian medis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022