Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Oktober 2026 | 15.12 WIB

Tren Baru di Jepang, Orang Tua Bantu Anak Cari Pasangan hingga Ikut Urus Lamaran Kerja

Para orang tua menghadiri acara di Jepang untuk mencarikan calon pasangan bagi anak-anak mereka. (Association of Parents of Marriage Proposal Information/Kyodo) - Image

Para orang tua menghadiri acara di Jepang untuk mencarikan calon pasangan bagi anak-anak mereka. (Association of Parents of Marriage Proposal Information/Kyodo)

JawaPos.com - Orang tua di Jepang semakin aktif terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka. Bantuan yang diberikan kini mencakup pencarian pasangan hidup, proses melamar pekerjaan, hingga menemukan tempat tinggal. Fenomena ini memperlihatkan batas antara dukungan orang tua dan keputusan pribadi anak yang semakin kabur.

Dilansir dari Kyodo, Rabu (28/10), salah satu bentuk keterlibatan tersebut terlihat dalam praktik yang dikenal sebagai proxy matchmaking atau perjodohan yang diwakili orang tua. Dalam kegiatan ini, orang tua menghadiri acara perjodohan dengan membawa foto dan profil anak mereka, lalu berbincang dengan orang tua lain untuk mencari calon pasangan yang dianggap cocok.

Asosiasi Orang Tua untuk Informasi Perjodohan, yang mulai menyelenggarakan pertemuan semacam ini pada 2005, mencatat peningkatan jumlah peserta. Dari yang semula hanya beberapa puluh orang, acara di kota-kota besar kini dapat dihadiri sekitar 200 orang. Sementara itu, pertemuan di daerah secara rutin menarik sekitar 30 peserta.

Orang tua yang mengikuti kegiatan tersebut menyerahkan profil anak mereka, termasuk usia, pendidikan, pekerjaan, hobi, dan informasi lainnya. Mereka kemudian bertukar informasi kontak dengan keluarga yang dinilai cocok. Keputusan untuk melanjutkan hubungan tetap diserahkan kepada calon pasangan.

Sebagian besar peserta berusia akhir 60-an hingga awal 70-an tahun, meski ada pula yang berusia 50-an.

Keterlibatan orang tua juga semakin terlihat dalam proses pencarian kerja. Survei Mynavi Corp. menunjukkan, 52 persen orang tua dari mahasiswa yang lulus pada 2024 pernah dihubungi perusahaan untuk mengonfirmasi persetujuan mereka terhadap tawaran pekerjaan bagi anaknya. Angka tersebut melampaui 50 persen untuk pertama kalinya.

Survei yang sama menemukan bahwa 17 persen perusahaan mengundang orang tua untuk menghadiri acara pemberian tawaran kerja atau upacara penerimaan karyawan. Hal ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperoleh pemahaman dan dukungan keluarga calon pekerja.

Survei terpisah dari layanan rekrutmen lulusan ABABA menunjukkan, 52 persen mahasiswa ingin orang tua mereka terlibat dalam proses mencari kerja. Sebanyak 51 persen orang tua juga ingin berpartisipasi. Alasan yang paling sering disampaikan mahasiswa adalah kekhawatiran mengambil keputusan sendiri.

Dalam urusan tempat tinggal, orang tua juga semakin aktif membantu anak mencari hunian, khususnya mahasiswa. Survei perusahaan penyedia informasi properti At Home Co. menemukan bahwa 70 persen orang tua terlibat aktif dalam pencarian tempat tinggal anak mereka.

Dari kelompok orang tua yang terlibat tersebut, sekitar 30 persen bahkan mendatangi atau menghubungi agen properti secara langsung.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore