Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2026 | 04.11 WIB

Huang Peringatkan AS agar Tak Remehkan Tiongkok dalam Persaingan AI dan Cip

CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan Tiongkok dalam persaingan global di bidang kecerdasan buatan dan cip / Foto: (Benzinga) - Image

CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan pentingnya memperhitungkan kekuatan Tiongkok dalam persaingan global di bidang kecerdasan buatan dan cip / Foto: (Benzinga)

JawaPos.com — Persaingan kecerdasan buatan (AI) antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kian ditentukan oleh kemampuan memproduksi cip, mengembangkan model AI, serta membangun infrastruktur komputasi dalam skala besar. CEO Nvidia Jensen Huang memperingatkan Washington agar tidak meremehkan kekuatan industri teknologi Tiongkok yang terus berkembang, terutama ketika Huawei memperluas posisinya di pasar cip AI domestik.

Dalam wawancara dengan jurnalis Yahoo Finance Deirdre Bosa di sela konferensi Nvidia GTC Berlin, Rabu (21/10/2026), Huang menanggapi laporan mengenai kerja sama DeepSeek dan Huawei dalam merancang cip. Dia menilai, AS harus memperhitungkan kemampuan industri Tiongkok, termasuk dalam produksi cip, pengembangan model AI terbuka, dan penciptaan tenaga peneliti.

“Jika ada satu negara yang mampu memproduksi sesuatu dalam skala besar, negara itu adalah Tiongkok,” kata Huang, dilansir dari Benzinga, Senin (26/10/2026). Dia menegaskan, “Kita harus menyadari bahwa kita menghadapi persaingan yang sangat serius.”

Meski mengakui kekuatan pesaingnya, Huang menyebut laboratorium AI terdepan, sistem komputasi, dan infrastruktur AS masih unggul secara global. Dia juga menyoroti peluang perusahaan Amerika untuk bersaing di Afrika dan Asia Tengah, serta pasar seperti Brasil dan Mesir. Menurut dia, inovasi dan kemampuan memperluas jangkauan internasional tetap menjadi modal penting bagi AS.

Tekanan terhadap Nvidia terlihat dari data pasar. Laporan International Data Corporation (IDC) yang dikutip Reuters menunjukkan, Nvidia menguasai 34 persen pasar akselerator AI Tiongkok pada semester I 2026, sementara Huawei meraih 28 persen. Nvidia mengirimkan 678.000 unit, turun 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, pengiriman Huawei mencapai 572.000 unit, meningkat dari lebih dari 300.000 unit setahun sebelumnya.

Perubahan pangsa pasar tersebut menunjukkan semakin kuatnya pemasok lokal dalam memenuhi kebutuhan komputasi AI Tiongkok. Ketika akses terhadap teknologi canggih Amerika dibatasi, pengembangan alternatif domestik menjadi semakin strategis bagi Beijing. Bagi Nvidia, kondisi ini berarti persaingan di Tiongkok tidak hanya bergantung pada keunggulan produknya, tetapi juga pada kemampuan perusahaan lokal menyediakan alternatif dalam jumlah besar.

Huang sebelumnya juga mendorong AS menerima model AI Tiongkok, alih-alih melarangnya. Dia menyebut teknologi tersebut “sangat baik” dan menilai model sumber terbuka dapat memperluas penggunaan AI tanpa harus mengancam penyedia model tertutup seperti OpenAI dan Anthropic. Dia bahkan menepis kekhawatiran bahwa AI Tiongkok akan menyingkirkan perusahaan Amerika dengan mengatakan, “Tidak ada kemungkinan” hal itu terjadi.

Pandangan berbeda disampaikan mantan CEO Google Eric Schmidt. Dia memperkirakan Tiongkok tertinggal sekitar enam bulan dari AS dalam pengembangan AI. Namun, keunggulan teknologi belum tentu menjamin dominasi pasar. Model AI Tiongkok yang gratis atau berbiaya rendah berpotensi lebih mudah menjangkau negara berkembang yang memiliki keterbatasan anggaran untuk menggunakan layanan Barat.

Persaingan tersebut memperlihatkan bahwa dominasi AI tidak cukup ditentukan oleh siapa yang mengembangkan teknologi tercanggih. Kapasitas produksi, harga, dan jangkauan distribusi turut menentukan siapa yang mampu menguasai pasar. Karena itu, peringatan Huang mencerminkan tantangan strategis bagi AS: mempertahankan keunggulan inovasi sekaligus menghadapi pesaing yang mampu memproduksi teknologi dan memperluas penggunaannya dalam skala besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore