Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2026 | 16.17 WIB

Jepang Operasikan Dr. S, Kereta Shinkansen Baru yang Bisa Deteksi Gangguan dengan AI

Kereta "Dr. S" tiba di Stasiun JR Nagoya pada 26 Oktober 2026 saat beroperasi melayani penumpang di Jalur Tokaido Shinkansen. (Kyodo) - Image

Kereta "Dr. S" tiba di Stasiun JR Nagoya pada 26 Oktober 2026 saat beroperasi melayani penumpang di Jalur Tokaido Shinkansen. (Kyodo)

JawaPos.com - Jepang mulai mengoperasikan kereta inspeksi Shinkansen generasi baru bernama Dr. S pada Senin. Kereta ini bertugas memeriksa kondisi rel dan kabel listrik di jalur Tokaido Shinkansen, sekaligus melayani penumpang dalam perjalanan reguler.

Dilansir dari Kyodo, Selasa (27/10), Central Japan Railway Co. atau JR Central menghadirkan Dr. S untuk menggantikan salah satu kereta inspeksi ikonik Doctor Yellow yang dipensiunkan pada Januari tahun lalu.

Saat ini, Dr. S beroperasi dalam layanan penumpang reguler. Perangkat inspeksinya dijadwalkan mulai digunakan pada Januari 2027 setelah melalui tahap pengujian. Sebanyak empat rangkaian akan dikerahkan, masing-masing dua untuk memeriksa rel dan kabel listrik di atas lintasan.

Menurut JR Central, logo kereta ini menampilkan huruf S berwarna kuning sebagai simbol penerus Doctor Yellow. Huruf tersebut muncul di 20 titik pada bagian ujung dan gerbong bernomor ganjil. Sementara itu, aluminium dari badan Doctor Yellow didaur ulang untuk digunakan pada atap dan sejumlah bagian Dr. S.

Salah satu pembaruan utama Dr. S terletak pada metode pengukuran jarak antara kereta dan rel. Pada teknologi sebelumnya, laser yang ditempatkan di bawah lantai digunakan untuk mengukur jarak tersebut. Sistem itu membuat kereta sulit digunakan untuk mengangkut penumpang karena lantai harus ditinggikan dan langit-langit kabin diturunkan.

Dr. S mengatasi kendala tersebut dengan menggunakan sensor untuk mengukur jarak antara bagian bawah kereta dan rel. Dengan begitu, ruang interior tetap dapat dipertahankan tanpa mengorbankan fungsi inspeksi.

Kereta ini juga dapat mendeteksi kelainan pada kabel listrik di atas lintasan melalui sensor dan kamera yang dipasang pada pantograf, perangkat yang mengumpulkan arus listrik dari kabel di atas kereta.

Selain itu, gambar yang diambil kamera di kabin masinis dapat diproses menggunakan teknologi pengolahan citra dan kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut membantu mendeteksi keberadaan pohon dan sarang burung di dekat tiang serta kabel listrik, sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore