Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Senin, 26 Oktober 2026 | 19.34 WIB

Profil Lula da Silva, Anak Keluarga Miskin yang Bangkit Jadi Presiden Brasil Empat Kali

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara saat berkunjung ke RS Andaraí, di Rio de Janeiro, Selasa, 28 Juli 2026. (AP Photo/Bruna Prado) - Image

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara saat berkunjung ke RS Andaraí, di Rio de Janeiro, Selasa, 28 Juli 2026. (AP Photo/Bruna Prado)

JawaPos.com - Luiz Inacio Lula da Silva menorehkan sejarah politik Brasil melalui perjalanan panjang dari keluarga miskin di pedesaan hingga kembali memenangi pemilihan presiden untuk masa jabatan keempat. 

Dikenal luas dengan nama Lula, pemimpin kelahiran 1945 itu membangun karier politik dari dunia buruh, memimpin gerakan serikat pekerja, hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Amerika Latin.

Lula bukan berasal dari keluarga elite politik. Ia lahir dari orang tua yang tidak bisa membaca dan menulis, kemudian tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi sebelum merantau ke Sao Paulo, kota industri terbesar di Brasil. 

Pengalaman hidup sebagai pekerja pabrik membentuk pandangan politiknya, terutama mengenai kemiskinan, ketimpangan sosial, dan hak-hak pekerja.

Perjalanan hidupnya menjadi salah satu kisah kebangkitan politik paling menonjol di Brasil modern. Ia pernah tiga kali gagal dalam pemilihan presiden, berhasil merebut kekuasaan pada 2002, meninggalkan jabatan setelah dua periode, kembali menjadi presiden pada 2023, dan kemudian meraih kemenangan politik berikutnya setelah mengalahkan Flávio Bolsonaro dalam pemilu terbaru.

Kisah Lula memperlihatkan bagaimana latar belakang kelas pekerja, kemampuan membangun kedekatan dengan masyarakat, serta ketahanan menghadapi krisis politik dapat menjadi modal penting untuk bertahan dalam persaingan kekuasaan.

Masa Kecil Lula, Lahir dari Keluarga yang Tak Bisa Membaca

Mengutip Duke University, Lula lahir pada 27 Oktober 1945 dari keluarga sederhana di wilayah pedesaan Brasil. Kedua orang tuanya tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. Ketika industrialisasi berkembang di Sao Paulo, keluarganya berpindah ke wilayah tersebut untuk mencari peluang kehidupan yang lebih baik.

Masa kecil Lula jauh dari kemewahan. Ia baru belajar membaca ketika berusia sekitar 10 tahun dan meninggalkan bangku sekolah pada usia 14 tahun. Sejak muda, ia harus berhadapan dengan tuntutan untuk bekerja dan membantu memenuhi kebutuhan hidup.

Keterbatasan pendidikan formal tidak menghentikannya untuk membangun karier. Lula kemudian menjadi pekerja logam terampil di sektor industri, pekerjaan yang mempertemukannya dengan kehidupan buruh, persoalan upah, kondisi kerja, dan hubungan antara pekerja dengan pemilik perusahaan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore