Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Rabu, 21 Oktober 2026 | 06.17 WIB

Tambang Emas Ilegal di Kolombia Longsor,  14 Orang Tewas

lustrasi longsor tambang emas ilegal di Kolombia. (BNO News) - Image

lustrasi longsor tambang emas ilegal di Kolombia. (BNO News)

JawaPos.com - Longsor di sebuah tambang emas ilegal di Kolombia barat daya menewaskan 14 orang dan melukai tujuh lainnya. Tim penyelamat menghentikan pencarian korban selamat setelah medan yang sulit dan keberadaan kelompok kriminal menghambat proses evakuasi.

Sekretaris Perdamaian dan Keamanan wilayah Narino, Alex Gonzalez, menyampaikan jumlah korban terbaru tersebut kepada stasiun televisi Caracol pada Senin. Ia juga mengonfirmasi bahwa operasi pencarian korban selamat telah berakhir.

Bencana itu terjadi di wilayah Narino, daerah yang berbatasan dengan Ekuador dan dikenal sebagai salah satu pusat pertambangan emas ilegal di Kolombia. Aktivitas tambang tanpa izin di kawasan tersebut berlangsung di tengah pengaruh kelompok bersenjata yang juga terlibat dalam perdagangan narkoba dan pemerasan.

Melansir Euronews, proses penyelamatan korban berlangsung dalam kondisi sulit. Kantor gubernur Narino menyebut tim penyelamat menghadapi kendala medan yang berat serta keberadaan kelompok kriminal yang beroperasi di sekitar lokasi tambang.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga bersama alat berat jenis ekskavator mengevakuasi jenazah dari area tambang. Jenazah kemudian dipindahkan ke sebuah kano di sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kondisi tersebut menggambarkan tantangan penanganan bencana di wilayah yang aktivitas ekonominya berkaitan erat dengan pertambangan ilegal dan konflik antarkelompok bersenjata.

Hingga laporan ini disusun, penyebab teknis longsor dan identitas seluruh korban belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia.

Warga Terpaksa Bertaruh Nyawa demi Penghasilan

Pertambangan emas ilegal di Narino tidak hanya berkaitan dengan persoalan keselamatan kerja, tetapi juga keterbatasan pilihan ekonomi masyarakat setempat.

Seorang sumber dari kantor gubernur Narino mengatakan warga di kawasan tersebut kesulitan mendapatkan mata pencaharian alternatif. Kondisi itu mendorong sebagian masyarakat tetap bekerja di sektor pertambangan yang berisiko tinggi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore