Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 16.59 WIB

Gara-gara Kabut Asap Indonesia, PM Singapura Disindir Warga Sendiri

Analogi durian PM Singapura Lawrence Wong menuai sindiran warganet, dari kabut asap karhutla Indonesia hingga tekanan biaya hidup masyarakat. Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. (Mothership) - Image

Analogi durian PM Singapura Lawrence Wong menuai sindiran warganet, dari kabut asap karhutla Indonesia hingga tekanan biaya hidup masyarakat. Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. (Mothership)

JawaPos.com - Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menuai sindiran dari warganya sendiri setelah mengibaratkan negaranya seperti buah durian yang sulit ditekan negara lain. Pernyataan itu justru memicu kritik terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak ke Singapura, sekaligus tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakatnya sendiri.

Dalam diskusi bersama CEO DBS Group Su Shan Tan di DBS Asia Future Forward Conference pada 12 Oktober 2026, Wong membahas strategi Singapura menghadapi ketidakpastian global dan tekanan dari negara-negara besar. Namun, analogi durian yang disampaikannya menjadi bahan olok-olok di media sosial.

“Bisa saja mereka mencoba, tetapi mereka akan merasakan sakitnya juga,” kata Wong, merujuk pada upaya negara lain untuk menekan Singapura.

Pernyataan tersebut menuai beragam respons. Sebagian warganet di dunia maya mempertanyakan bagaimana sebuah durian bisa diremas, sementara lainnya menggunakan perumpamaan itu untuk menyindir persoalan yang dihadapi masyarakat Singapura sehari-hari.

Yang menarik, Indonesia ikut kebawa-bawa. Salah satu isu yang mencuat adalah kabut asap lintas batas yang berkaitan dengan karhutla di Indonesia yang gagal ditangani pemerintah dalam negeri. 

Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran, tetapi juga dapat meluas ke negara tetangga, termasuk Singapura, ketika asap terbawa angin melintasi perbatasan.

Kabut Asap Indonesia Jadi Bahan Sindiran

Melansir The Online Citizen, sejumlah warganet Singapura mengaitkan pernyataan Wong dengan persoalan kabut asap yang berulang kali menjadi sumber ketegangan antara Singapura dan Indonesia.

“Indonesia juga menggunakan kabut asap untuk menekan kita. Rasa sakit apa yang mereka rasakan?” tulis seorang pengguna media sosial.

Komentar tersebut mencerminkan pertanyaan mengenai konsekuensi lintas batas dari karhutla, terutama ketika kualitas udara memburuk dan masyarakat harus menghadapi risiko kesehatan serta gangguan aktivitas sehari-hari.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore