Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 02.25 WIB

Citra Satelit Terbaru Ungkap Luasnya Kehancuran Gaza Akibat Genosida Israel

Citra satelit terbaru per September 2026 yang menunjukkan luasnya kehancuran infrastruktur di Jalur Gaza akibat serangan genosida zionis Israel sejak 2023. (ANTARA/Anadolu) - Image

Citra satelit terbaru per September 2026 yang menunjukkan luasnya kehancuran infrastruktur di Jalur Gaza akibat serangan genosida zionis Israel sejak 2023. (ANTARA/Anadolu)

JawaPos.com - Kehancuran Gaza akibat agresi genosida Zionis Israel semakin meluas. Hal ini terlihat berdasarkan pembaruan citra satelit di aplikasi Google Maps pada Senin mengungkapkan luasnya kehancuran infrastruktur di Jalur Gaza akibat agresi genosida Israel yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Dilansir dari Antara, Senin (28/9), Citra satelit memperlihatkan kawasan permukiman dan blok-blok tempat tinggal menghilang sepenuhnya serta kawasan perkotaan yang luluh lantak.

Gambar terbaru tersebut menunjukkan transformasi lanskap urban Jalur Gaza yang amat dramatis, dengan pusat permukiman dan kegiatan masyarakat yang dahulu padat kini menjadi puing-puing yang kosong tak berpenghuni.

Citra yang menampakkan secara jelas kehancuran di Jalur Gaza itu memungkinkan masyarakat membandingkan situasi Gaza sebelum dan setelah agresi Israel serta melihat separah apa kondisi area yang hancur.

Pembaruan citra satelit tersebut hadir di tengah berlanjutnya serangan Israel yang mengancam nyawa rakyat Palestina di Gaza meski dengan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Sejak gencatan senjata, puluhan bangunan di Gaza yang diserang pasukan zionis Israel ambruk menimpa penghuninya. Sementara, masyarakat setempat mengalami krisis tempat tinggal yang akut akibat dibatasinya logistik tempat tinggal sementara.

Ancaman yang muncul tak terbatas pada bangunan yang ambruk, mengingat serangan Israel mengakibatkan ribuan bangunan mengalami kerusakan atau keretakan parah. Paparan hujan, angin, dan cuaca buruk meningkatkan risiko runtuhnya bangunan rusak tersebut.

Menurut temuan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan hak tempat tinggal pada Februari lalu, lebih dari 200.000 ton bahan peledak dijatuhkan di Jalur Gaza dalam kurun dua tahun.

Pemantauan satelit oleh Pusat Satelit PBB UNOSAT per 16 Juni 2026 juga memperlihatkan sejumlah 201.290 bangunan, setara dengan 82 persen dari seluruh bangunan di Jalur Gaza, rusak akibat perang.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore