Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 03.03 WIB

Warren Buffett dan Greg Abel Taruhkan Masa Depan Berkshire pada Alphabet dan Energi AI

Greg Abel, CEO baru Berkshire Hathaway, menempatkan AI dan energi sebagai dua mesin pertumbuhan strategis perusahaan / Foto: (Reuters) - Image

Greg Abel, CEO baru Berkshire Hathaway, menempatkan AI dan energi sebagai dua mesin pertumbuhan strategis perusahaan / Foto: (Reuters)

JawaPos.com — Peralihan kepemimpinan di Berkshire Hathaway tidak mengubah kemampuan konglomerat investasi itu membaca arah perubahan global. Bersama Warren Buffett, CEO Greg Abel kini menempatkan Alphabet sebagai salah satu taruhan terbesar perusahaan terhadap ledakan kecerdasan buatan atau AI, sekaligus melihat kebutuhan listrik pusat data sebagai peluang bisnis berikutnya.

Alphabet, perusahaan induk Google dan YouTube, kini menjadi kepemilikan saham biasa terbesar ketiga Berkshire. Langkah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang selama puluhan tahun identik dengan investasi bernilai tradisional mulai semakin serius mengambil posisi dalam pembangunan infrastruktur yang menopang perkembangan AI.

Dilansir dari Reuters, Jumat (4/9/2026), Abel mengatakan Berkshire melihat peluang besar dari ekspansi pusat data AI setelah meningkatkan investasi di Alphabet. Dalam wawancara dengan CNBC, dia menyebut Alphabet sebagai “pemain penting” dalam AI. Pandangan itu mendorong Abel dan Buffett menyetujui tambahan investasi senilai USD 10 miliar, atau sekitar Rp176,3 triliun dengan kurs Rp17.630 per dolar AS, tiga bulan lalu untuk mendukung pengembangan infrastruktur AI Alphabet. 

Pada akhir Juni, Berkshire memiliki hampir 106 juta saham Alphabet dengan nilai sekitar USD 37,8 miliar atau Rp666,4 triliun. Portofolio tersebut menjadikan Alphabet berada di bawah Apple dan American Express dalam jajaran investasi saham terbesar Berkshire. Abel menegaskan perkembangan AI telah semakin nyata di seluruh dunia bisnis. “Kita semua melihat dan merasakan dampak AI,” katanya. 

Penjelasan Abel juga memperlihatkan alasan yang lebih luas di balik taruhan Berkshire. Berdasarkan transkrip wawancara CNBC, dia mengatakan perusahaan memiliki pandangan langsung mengenai penggunaan AI di berbagai bisnis dalam portofolionya dan manfaat yang dihasilkan teknologi tersebut. Dari sana, Berkshire melihat posisi Alphabet sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi AI. 

Namun, taruhan Berkshire tidak berhenti pada perusahaan teknologi. Abel melihat kebutuhan energi sebagai salah satu persoalan utama dalam ekspansi pusat data. “Saya sejak awal selalu memiliki pandangan kuat bahwa energi akan menjadi kendalanya,” ujar Abel. Dia menambahkan, “Kami tetap melihatnya sebagai peluang signifikan bagi Berkshire dan Berkshire Hathaway Energy.” 

Di Iowa, tempat Berkshire Hathaway Energy berbasis, sekitar 8 persen beban listrik perusahaan tahun lalu berasal dari pusat data. Kebutuhan daya yang terus meningkat membuat ekspansi AI berpotensi menguntungkan bisnis energi Berkshire. Meski demikian, peluang tersebut juga memperlihatkan sisi lain perlombaan AI: kemampuan membangun model dan pusat data akan sangat bergantung pada ketersediaan listrik. 

Investasi awal Berkshire di Alphabet dimulai oleh Buffett tahun lalu. Abel mengatakan investasi berikutnya dilakukan dengan diskon 6,5 persen terhadap harga saham Alphabet. Bersama Buffett, Abel mengalokasikan modal dan mengelola kas Berkshire yang mencapai USD 364,7 miliar atau sekitar Rp6.430,7 triliun per 30 Juni. 

Di tengah taruhan besar pada AI, Abel mengakui kondisi konsumen Amerika Serikat masih tertekan oleh inflasi dan suku bunga kredit perumahan yang tinggi. Pasar perumahan, menurutnya, akan menjadi “jalan yang bergelombang” dalam waktu dekat. “Ada konsumen yang jelas masih merasakan tekanan, kesulitan, dan harus membuat setiap dolar mereka bekerja jauh lebih keras,” katanya. 

Meski begitu, Berkshire tetap membeli pembangun rumah Taylor Morrison senilai USD 6,8 miliar atau sekitar Rp119,9 triliun. Abel meyakini aset tersebut akan menjadi investasi yang sangat kuat dalam lima hingga 10 tahun ketika semakin banyak orang kembali mengejar kepemilikan rumah, meski pemulihan jangka pendek belum terlihat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore