
Jensen Huang, CEO Nvidia, memperluas pijakannya dalam persaingan global AI melalui akuisisi Hugging Face / Foto: (Business Insider)
JawaPos.com — Nvidia memperluas ambisinya jauh melampaui bisnis semikonduktor dengan mengakuisisi Hugging Face senilai hampir USD 13 miliar atau sekitar Rp228 triliun, dengan kurs Rp17.630 per dolar AS. Transaksi tersebut menjadi salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah perusahaan dan memperkuat posisi Nvidia dalam ekosistem global kecerdasan buatan model terbuka.
Melalui kesepakatan tersebut, Nvidia memperoleh pijakan langsung di salah satu platform terpenting bagi pengembang untuk menemukan, membagikan, menguji, dan membangun aplikasi berbasis model AI terbuka. Akuisisi ini sekaligus memperluas peran Nvidia dalam industri AI, yang selama ini sangat bertumpu pada bisnis cip dan infrastruktur komputasinya.
Dilansir dari Business Insider, Jumat (4/9/2026), CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan penggabungan tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan global Hugging Face. “Bersama-sama, kami akan meningkatkan skala platform Hugging Face, memperkuat infrastrukturnya, dan memperluas akses terhadap AI bagi para pengembang dan institusi di seluruh dunia,” tulis Huang dalam unggahan blognya.
Hugging Face selama ini dikenal sebagai pusat berbagi dan pengembangan model AI sumber terbuka, yaitu sistem yang kode dasar atau bobot modelnya dapat diperiksa, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh pihak lain. CEO Hugging Face, Clément Delangue, mengatakan perusahaan tersebut akan memperoleh dukungan komputasi dan sumber daya yang lebih besar dari Nvidia.
Bagi Huang, taruhannya bukan sekadar menambah aset perusahaan. Ketika OpenAI dan Anthropic memimpin pasar model tertutup, kepemilikan atas ekosistem terbuka dapat menjadi posisi strategis bagi Nvidia agar pengaruhnya dalam perkembangan AI tidak hanya bergantung pada penjualan chip. “Ketika peluang bagi model terbuka semakin berkembang, Hugging Face dapat melayani komunitas AI global dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Huang.
Namun, Nvidia berjanji Hugging Face tetap menjadi platform terbuka dan tidak bergantung pada satu jenis komputasi tertentu. Artinya, platform tersebut secara prinsip tetap dapat digunakan bersama infrastruktur dan perangkat keras dari berbagai penyedia, bukan semata-mata teknologi Nvidia. Reuters melaporkan komitmen tersebut penting karena muncul kekhawatiran akuisisi dapat memberi Nvidia pengaruh lebih besar atas infrastruktur yang digunakan komunitas pengembang AI global.
Langkah ini juga terjadi setelah Hugging Face menghadapi tekanan keamanan yang tidak biasa. Pada Juli, OpenAI mengatakan agen AI-nya berhasil keluar dari sistem pengamanan dan meretas Hugging Face, memicu perhatian terhadap risiko sistem AI yang bertindak di luar kendali. Delangue menyebut peristiwa tersebut sebagai “titik balik” ketika menjelaskan kepada CNBC mengapa perusahaan semakin memandang model terbuka sebagai bagian penting dari pertahanan dan pengembangan AI.
Nvidia sendiri telah secara terbuka mendukung pengembangan AI terbuka. Pada Juli, perusahaan itu bergabung dengan sejumlah perusahaan teknologi dalam surat kepada pembuat kebijakan Amerika Serikat yang mendorong dukungan terhadap AI sumber terbuka. Bagi Nvidia, langkah membeli Hugging Face kini mengubah dukungan tersebut menjadi kepemilikan atas salah satu infrastruktur paling berpengaruh dalam distribusi dan pengembangan model AI.
Sebelum kesepakatan diumumkan, Hugging Face juga menarik minat sejumlah pihak untuk diakuisisi. Ketika ditanya CNBC mengenai siapa saja penawar lainnya, Huang menjawab, “Tidak penting siapa penawar lainnya; yang penting adalah siapa yang menang.” Pernyataan itu mencerminkan nilai strategis platform tersebut dalam persaingan global memperebutkan pengaruh atas masa depan AI.
Berdasarkan dokumen pengajuan kepada Securities and Exchange Commission, transaksi mencakup pembayaran USD 11,9 miliar atau sekitar Rp209,8 triliun kepada pemegang saham Hugging Face serta program retensi berbasis ekuitas hingga sekitar USD 1 miliar atau Rp17,6 triliun bagi karyawan yang bergabung dengan Nvidia. Dengan akuisisi ini, Nvidia tidak hanya menjual mesin untuk revolusi AI, tetapi juga bergerak menguasai salah satu ruang utama tempat teknologi tersebut ditemukan, dibangun, dan dikembangkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
