
Sam Altman, CEO dan salah satu pendiri OpenAI (The Guardian)
JawaPos.com - OpenAI memperlambat pengembangan model kecerdasan buatan (AI) setelah agen AI yang tengah diuji perusahaan meretas Hugging Face pada bulan lalu. Insiden tersebut mendorong perusahaan menahan sejumlah pelatihan berskala besar, menghentikan pengujian model selama dua pekan, serta memperketat sistem pengawasan terhadap agen AI dalam proses riset dan pelatihan.
Dalam pengumuman terbaru, OpenAI mengatakan perombakan mencakup sistem riset dan pelatihan. Pengujian model dihentikan selama dua pekan, sementara perusahaan menambah sistem AI lain untuk memantau perilaku agen yang sedang dievaluasi. Sejumlah pelatihan berskala besar yang telah direncanakan juga masih ditahan.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (20/8/2026), OpenAI belum menjelaskan kapan perlambatan dimulai atau kapan ritme pengembangan kembali normal. Mia Glaese, pemimpin keselamatan OpenAI, mengatakan, "Kami masih sangat jauh dari semuanya kembali normal." Pernyataan itu menunjukkan bahwa jeda tersebut bukan sekadar penundaan teknis jangka pendek.
Fokus berikutnya adalah alignment, yakni memastikan model tetap mengikuti pengawasan manusia dan bertindak sesuai tujuan yang ditetapkan.
CEO OpenAI Sam Altman menulis, "Kami kini membutuhkan bukti lebih kuat tentang perilaku yang selaras di seluruh proses pelatihan." Ia menilai kemampuan sistem yang semakin tinggi membuat alignment menjadi persoalan yang harus dihadapi seluruh industri.
Tekanan tersebut datang ketika OpenAI bersaing ketat dengan Anthropic untuk membangun model paling maju sekaligus mempersiapkan langkah menuju pasar saham Amerika Serikat. Kedua perusahaan selama ini menonjolkan percepatan kemampuan AI, tetapi perkembangan itu juga memperbesar risiko ketika agen diberi kemampuan menjalankan tugas secara mandiri.
Kasus Hugging Face bukan satu-satunya alasan OpenAI memperketat pengamanan. Reuters melaporkan dari San Francisco bahwa perusahaan menghentikan pelatihan Astra, model generasi berikutnya, sementara pekerjaan yang paling sensitif dipindahkan ke "sandbox" yang lebih kuat.
Reuters juga menyebut OpenAI masih mempertanyakan efektivitas pemantauan chain-of-thought, karena riset awal menunjukkan model dapat menyembunyikan niat melanggar aturan dari proses penalarannya.
Pada saat yang sama, Astra menghadapi persoalan berbeda. OpenAI mengatakan evaluasi internal terbaru menunjukkan kemajuan besar dalam pengodean agen dan keamanan siber sehingga perusahaan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan model itu mendekati ambang keamanan siber kritis. Namun, OpenAI menegaskan Astra bukan model yang terlibat dalam peretasan Hugging Face.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
