Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 18.35 WIB

Bukan Cuma Kumamoto, Gempa Picu 174 Ribu Pembatalan Hotel di Prfefektur Kyushu Jepang

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo) - Image

AEON Mall di Kota Kashima, Prefektur Kumamoto, pada 1 Agustus 2026, setelah operasi pencarian dan penyelamatan berakhir menyusul ledakan yang terjadi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada 28 Juli. (Kyodo)

JawaPos.com - Gempa di Prefektur Kumamoto, Jepang, memicu sekitar 174.000 pembatalan pemesanan hotel dan ryokan di enam prefektur lain di Kyushu. Banyak di antaranya berada di daerah yang tidak mengalami kerusakan besar akibat gempa.

Pembatalan tersebut terjadi setelah gempa berkekuatan 7,1 mengguncang Kumamoto pada 28 Juli. Selain gangguan transportasi, sejumlah pejabat pariwisata menilai pembatalan juga dipicu kekhawatiran wisatawan terhadap kondisi seluruh wilayah Kyushu.

Beberapa daerah bahkan mengalami pembatalan meski berada jauh dari pusat bencana. Kawasan Aso di Kumamoto, yang merupakan salah satu destinasi populer, juga mengalami lonjakan pembatalan.

Data yang dihimpun Kyodo menunjukkan Kagoshima mencatat pembatalan terbanyak di luar Kumamoto, yakni 111.749 pemesanan hingga 7 Agustus.

Angka tersebut sebagian dipengaruhi gangguan pada Jalan Tol Kyushu dan layanan kereta cepat Kyushu Shinkansen yang menghubungkan Kumamoto dan Kagoshima. Paket wisata yang biasanya mencakup kedua wilayah tersebut juga diduga ikut meningkatkan jumlah pembatalan di Kagoshima, meski kerusakan di wilayah itu relatif kecil.

Fukuoka berada di urutan berikutnya dengan sekitar 28.000 pembatalan hingga Senin. Setelah itu, Nagasaki mencatat 14.259 pembatalan hingga 7 Agustus, Miyazaki 11.357 hingga 10 Agustus, Oita 7.810 hingga 12 Agustus, dan Saga 1.820 hingga Selasa.

Di luar Kumamoto, nilai pemesanan yang dibatalkan mencapai sekitar JPY 670 juta (setara Rp74,37 miliar, kurs 1 JPY = Rp111). Angka tersebut belum mencakup Miyazaki dan Kagoshima karena kedua prefektur tidak menyediakan data nilai pembatalan.

Sementara itu, Kumamoto sendiri mencatat 146.470 pembatalan dengan nilai sekitar JPY 2,06 miliar (setara Rp228,66 miliar) hingga 6 Agustus.

Jumlah sebenarnya diperkirakan lebih besar. Data tersebut dikumpulkan dari asosiasi hotel dan ryokan di masing-masing prefektur, tetapi beberapa asosiasi hanya memiliki data dari sekitar 20 hingga 30 persen anggotanya. Sebagian penginapan juga tidak tergabung dalam asosiasi.

Pejabat industri pariwisata di Oita dan Nagasaki mengatakan sebagian wisatawan tampaknya membatalkan perjalanan hanya karena kekhawatiran umum untuk berkunjung ke Kyushu, meski tujuan mereka tidak terdampak gempa.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore