
Larry Ellison, pendiri Oracle yang perusahaannya memimpin persaingan penyedia layanan cloud rahasia untuk pemerintah Jepang / Foto: (Financial Times)
JawaPos.com — Oracle berada di posisi terdepan dalam persaingan menyediakan layanan komputasi awan berklasifikasi sangat rahasia bagi Jepang. Jika terealisasi, proyek ini bukan sekadar kontrak teknologi, melainkan bagian dari pergeseran strategi keamanan siber dan pertukaran intelijen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Tiongkok serta dorongan Amerika Serikat agar Tokyo memperkuat perlindungan data sensitif.
Layanan yang diperebutkan merupakan air-gapped cloud, yaitu infrastruktur cloud yang sepenuhnya terpisah dari internet sehingga jauh lebih sulit ditembus peretas. Sistem tersebut dipandang penting agar Jepang dapat berbagi informasi intelijen rahasia dengan Amerika Serikat dan sekutunya, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk produksi persenjataan bersama dan proyek pesawat tempur generasi berikutnya.
Melansir Financial Times, Kamis (16/7/2026), Oracle milik pendirinya, Larry Ellison, memimpin persaingan melawan Amazon Web Services (AWS), Microsoft, dan Google setelah sejak awal menyatakan kesediaannya menyediakan layanan air-gapped cloud yang diminta Tokyo. Keputusan Jepang memilih penyedia asal Amerika Serikat disebut diambil setelah pembahasan intensif dengan Washington, termasuk percakapan Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Maret lalu.
Washington selama bertahun-tahun menilai sistem keamanan siber Jepang masih rentan terhadap serangan siber dari Tiongkok. Sejumlah pejabat AS bahkan meyakini peningkatan standar keamanan menjadi syarat penting apabila Jepang ingin memiliki peluang bergabung dengan Five Eyes, aliansi berbagi intelijen yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.
Menurut salah seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, sistem siber Jepang saat ini masih berada "di zaman kegelapan", sehingga membutuhkan lompatan besar dalam perlindungan data rahasia. Atas dasar kebutuhan itulah, konsep air-gapped cloud dinilai sebagai solusi yang paling memenuhi standar keamanan yang diharapkan.
Air-gapped cloud tidak memiliki koneksi langsung ke internet. Pertukaran data antarsistem dilakukan melalui gerbang khusus dengan lapisan perlindungan tingkat tinggi sehingga risiko penyusupan dapat ditekan secara signifikan. Faktor inilah yang membuat Oracle menjadi kandidat terkuat setelah menawarkan solusi yang sesuai dengan tuntutan keamanan Washington dan Tokyo.
Sebaliknya, Microsoft dan AWS yang sama-sama berpengalaman membangun sistem serupa dilaporkan lebih mendorong penggunaan layanan cloud komersial karena alasan bisnis. Keduanya menilai solusi tersebut sudah cukup aman. AWS juga membantah laporan Financial Times dan menegaskan, "Kami bekerja sama dengan setiap pelanggan, termasuk Pemerintah Jepang, untuk merancang arsitektur yang paling memenuhi kebutuhan keamanan, kedaulatan, dan misi mereka."
Meski demikian, pemerintah Jepang belum mengambil keputusan akhir. Sejumlah sumber menyebut kontrak masih dapat dibagi kepada lebih dari satu penyedia. Skenario lain yang dipertimbangkan ialah membangun air-gapped cloud terlebih dahulu untuk data top secret, kemudian menambahkan teknologi cloud komersial guna menangani informasi yang sensitif tetapi tidak tergolong sangat rahasia.
Di sisi lain, proyek tersebut memunculkan perdebatan di Jepang. Pembangunan pusat data baru diperkirakan memerlukan biaya besar dan waktu panjang, bahkan berpotensi menjadi sasaran strategis apabila terjadi konflik. Muncul pula kekhawatiran mengenai kedaulatan digital dan ketergantungan terhadap perusahaan Amerika Serikat, terutama setelah pemerintahan Trump sempat melarang Anthropic mengekspor model AI Mythos.
Pamela Phan, mantan Deputi Asisten Menteri Perdagangan AS untuk Asia yang kini menjadi mitra DGA-Albright Stonebridge Group, mengatakan keputusan Jepang memasukkan program cloud sebagai "produk kritis" dalam Undang-Undang Keamanan Ekonomi 2022 menunjukkan bahwa negara itu "melihat cloud sebagai kapabilitas strategis yang terkait dengan keamanan nasionalnya."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022