Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 03.40 WIB

Microsoft Batalkan Kesepakatan Rp 53 Triliun dengan Oracle, Standar Keamanan AI Jadi Batu Sandungan

CEO Microsoft, Satya Nadella (Business Insider) - Image

CEO Microsoft, Satya Nadella (Business Insider)

JawaPos.com - Perlombaan kecerdasan buatan (AI) global memasuki fase yang semakin kompleks. Bagi perusahaan teknologi terbesar dunia, tantangan tidak lagi sebatas mengembangkan model AI yang lebih canggih, tetapi juga memastikan tersedianya infrastruktur komputasi yang memenuhi standar keamanan dan regulasi. Gagalnya negosiasi Microsoft dengan Oracle menjadi gambaran terbaru dari perubahan tersebut.

Dilansir dari Business Insider, Rabu (17/6/2026), Microsoft membatalkan rencana menyewa kapasitas komputasi awan Oracle yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 53,19 triliun, dengan kurs Rp 17.730 per dolar AS. Keputusan itu diambil setelah muncul kekhawatiran mengenai aspek keamanan dan kepatuhan regulasi, sementara Microsoft terus mencari tambahan kapasitas untuk mendukung pertumbuhan layanan AI dan komputasi awannya.

Pada saat yang sama, kondisi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan permintaan AI telah menciptakan tekanan baru bagi industri teknologi global. Bahkan perusahaan sebesar Microsoft harus mencari tambahan infrastruktur dari penyedia lain. 

Salah seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan, "Kami sedang mencari kapasitas di mana-mana," menggambarkan ketatnya persaingan memperoleh daya komputasi.

Rencana Microsoft semula adalah memindahkan sebagian beban kerja ke Oracle Cloud Infrastructure agar kapasitas layanan Azure dapat lebih difokuskan untuk kebutuhan pelanggan. 

Namun, layanan cloud publik Oracle disebut belum memenuhi standar Program Manajemen Risiko dan Otorisasi Federal (FedRAMP), kerangka keamanan yang digunakan pemerintah Amerika Serikat untuk memastikan layanan komputasi awan aman dalam mengelola data pemerintah. Menurut sumber tersebut, Oracle tidak bersedia menambahkan standar itu pada layanan cloud publiknya.

Meski demikian, Oracle membantah sebagian isi laporan tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan, "Rincian yang disebutkan dalam artikel tersebut tidak akurat."

Perusahaan itu juga menegaskan, "Microsoft merupakan mitra sekaligus pelanggan Oracle Cloud Infrastructure. Kami memiliki kemitraan yang sangat kolaboratif dan produktif serta sering membahas berbagai cara untuk memperluas kerja sama yang telah berjalan." 

Microsoft menolak memberikan komentar, sedangkan seorang eksekutif Oracle menyebut penerapan FedRAMP pada cloud publik akan menjadi pekerjaan rekayasa berskala besar.

Sementara itu, kebutuhan Microsoft terhadap infrastruktur AI terus meningkat. Perusahaan tersebut memperkirakan belanja modal sepanjang tahun kalender 2026 mencapai 190 miliar dolar AS atau sekitar Rp 3.368,7 triliun, terutama untuk memperluas jaringan pusat data. Bahkan, Microsoft sebelumnya memanfaatkan kapasitas Amazon untuk mendukung layanan GitHub setelah terjadi gangguan operasional.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore