
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Charlie Neibergall/AP Photo)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menunjukkan sikap labilnya terkait keputusan strategis dalam perang dengan Iran. Trump disebut membatalkan rencana mengenakan tarif 20 persen terhadap seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz, hanya sehari setelah kebijakan itu diumumkan.
Sebagai gantinya, Trump memilih menerapkan blokade penuh terhadap kapal yang terhubung dengan Iran, sembari mengandalkan komitmen investasi besar dari negara-negara Teluk ke Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diumumkan Trump melalui akun Truth Social pada Selasa (14/7) waktu setempat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap akan terbuka bagi seluruh lalu lintas kapal internasional, kecuali kapal yang berlayar menuju atau berasal dari pelabuhan Iran maupun yang mengangkut muatan terkait Iran.
"Semua lalu lintas kapal kecuali Iran," tulis Trump. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan menerapkan "Blokade LENGKAP, tetapi hanya pada kapal yang datang ke dan dari pelabuhan Iran, atau membawa apa pun yang berkaitan dengan kargo Iran," lanjut Trump.
Dengan perubahan ini, Trump juga membatalkan rencana pungutan 20 persen terhadap seluruh kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut. Sebagai gantinya, ia mengatakan negara-negara Teluk akan meningkatkan investasi ke Amerika Serikat.
"Investasi tersebut akan menjadi MASSIVE tetapi, pada saat yang sama, sangat baik untuk mereka, dan masa depan mereka," kata Trump.
Baca Juga:Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Sipil Iran, Targetkan Pembangkit Listrik dan Jembatan
Trump mengungkapkan perubahan kebijakan itu terjadi setelah berdiskusi dengan para pemimpin negara-negara Teluk. Menurutnya, mereka menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Mereka bilang kami ingin melakukannya dengan cara yang berbeda," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
Ia melanjutkan bahwa para pemimpin kawasan tersebut mengatakan, "Kami ingin berinvestasi besar-besaran di Amerika Serikat, sebagai lawan dari membebankan biaya."
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
