Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 22.25 WIB

Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah, Blokade AS Picu Risiko Guncangan Pasokan Minyak Dunia

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters). - Image

Ilustrasi situasi perairan di Selat Hormuz. (Reuters).

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, memicu ancaman keras dari Teheran yang menyatakan siap menghentikan seluruh ekspor minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah. 

Jika ancaman itu terealisasi, pasokan energi global berpotensi terganggu karena sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia melintasi Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu (15/7) waktu setempat, setelah Washington kembali menerapkan blokade sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

"Ekspor minyak dan gas dari wilayah tersebut akan dilakukan untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun," tegas Garda Revolusi Iran dikutip dari AP News.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu aksi saling serang di Timur Tengah. Militer AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan baru selama sekitar tujuh jam dengan menargetkan puluhan lokasi di Iran bersamaan dengan pemberlakuan kembali blokade.

Di pihak Iran, Kementerian Kesehatan melaporkan lebih dari 260 orang terluka akibat serangan semalam. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan angka korban tersebut tanpa merinci jumlah korban meninggal dunia.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan lebih dari 30 orang telah tewas dalam beberapa hari terakhir akibat rentetan serangan yang terus berlangsung.

Blokade pelabuhan Iran sebelumnya diberlakukan Amerika Serikat pada pertengahan April, lalu dicabut pada pertengahan Juni setelah kedua negara menyepakati perjanjian sementara yang membuka masa negosiasi selama 60 hari, termasuk terkait program nuklir Iran. 

Namun, pembicaraan tersebut gagal menunjukkan kemajuan seiring memanasnya konflik di Selat Hormuz.
Sebelum blokade kembali diterapkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengumumkan rencana mengenakan tarif sebesar 20 persen terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore