Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 06.37 WIB

Robot Humanoid Teleoperasi Ukir Sejarah Lewat Operasi Bedah Langsung Pertama di Dunia

Ahli bedah mengendalikan robot dari jarak jauh untuk menjalankan prosedur operasi / Foto: (New Atlas) - Image

Ahli bedah mengendalikan robot dari jarak jauh untuk menjalankan prosedur operasi / Foto: (New Atlas)

JawaPos.com — Robot humanoid semakin memperluas perannya dari sektor industri menuju layanan kesehatan. Untuk pertama kalinya di dunia, dua robot humanoid yang dikendalikan dokter dari jarak jauh berhasil menyelesaikan prosedur bedah langsung dalam uji praklinis. 

Pencapaian tersebut menjadi tonggak baru bagi pengembangan pembedahan modern sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara dokter dan robot di ruang operasi pada masa mendatang.

Selama ini, robot humanoid lebih banyak dimanfaatkan di pabrik, gudang logistik, hingga medan perang karena bentuk tubuhnya memungkinkan bekerja di lingkungan yang dirancang untuk manusia tanpa memerlukan perubahan infrastruktur. 

Perkembangannya pun berlangsung pesat. Laporan Morgan Stanley pada akhir Juni memproyeksikan Tiongkok akan memimpin produksi robot humanoid dengan kapasitas sekitar 446.000 unit per tahun pada 2030. Pangsa robot humanoid berukuran penuh juga diperkirakan meningkat dari 30 persen pada 2026 menjadi 70 persen pada 2028.

Dilansir dari New Atlas, Senin (13/7/2026), tim peneliti University of California San Diego (UC San Diego) kini membawa fleksibilitas tersebut ke ruang operasi. Pada prosedur pertama, satu robot humanoid bekerja bersama seorang dokter bedah yang berperan sebagai asisten untuk melakukan kolesistektomi atau operasi pengangkatan kantong empedu. Selanjutnya, dua robot humanoid bekerja secara bersama-sama dan berhasil menuntaskan prosedur bedah tanpa bantuan manusia di sisi meja operasi.

Rangkaian pengujian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature dan dilakukan pada mamalia besar nonprimata. Meski belum diterapkan pada manusia, pencapaian itu dinilai penting karena menunjukkan bahwa robot humanoid telah berkembang dari sekadar konsep penelitian menjadi teknologi yang mampu menangani tugas bedah dalam kondisi nyata.

Menurut para peneliti, sasaran utama pengembangan teknologi ini bukan menggantikan dokter bedah, melainkan membantu mengatasi kekurangan tenaga ahli dan penumpukan antrean operasi, terutama di daerah terpencil. 

Berbeda dengan robot bedah konvensional yang berbobot sekitar 800 kilogram dan memerlukan ruang operasi khusus, robot humanoid Surgie, yang dikembangkan dari platform Unitree G1, memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dengan bobot hanya 27 kilogram sehingga lebih mudah ditempatkan di klinik kecil, rumah sakit lapangan, maupun lokasi penanganan darurat.

Asisten Profesor Bedah UC San Diego School of Medicine, Dr. Shanglei Liu, mengatakan sistem tersebut menawarkan keunggulan dari sisi biaya maupun fleksibilitas. "Biayanya hanya sebagian kecil dibandingkan sistem bedah konvensional dan membutuhkan ruang operasi yang jauh lebih sedikit. Karena itu, sistem ini mudah diterapkan, mulai dari daerah pedesaan, medan perang, hingga misi luar angkasa," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, dokter mengendalikan robot dari konsol kendali jarak jauh menggunakan instrumen bedah standar yang dipasangi adaptor agar dapat digenggam tangan robot. Pengujian dilakukan secara bertahap, mulai dari simulasi laboratorium, uji pada hewan, hingga prosedur bedah langsung. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore