
Robot tinju dipamerkan di Unitree, Hangzhou, Tiongkok (The Japan Times)
JawaPos.com - Perlombaan global pengembangan robot humanoid memasuki babak baru. Setelah puluhan tahun Jepang menjadi simbol kemajuan robotika, pusat gravitasi industri kini mulai bergeser ke Tiongkok. Pergeseran ini membuat banyak perusahaan teknologi global, termasuk yang terkait dengan Elon Musk dan pelaku utama AI, makin sulit lepas dari ekosistem manufaktur Tiongkok.
Selama lebih dari lima dekade, Jepang memimpin inovasi robotika. Negeri itu melahirkan robot berkaki dua pertama yang mampu menggenggam benda, robot pemain piano pada 1984, hingga humanoid Honda pada 2000. Namun, ketika kecerdasan buatan (AI) diperkirakan menjadi mesin pertumbuhan baru industri robot, keseimbangan kekuatan berubah. Kini, keunggulan itu justru berada di tangan Tiongkok.
Dilansir dari The Japan Times, Selasa (16/6/2026), perubahan tersebut menjadi sorotan utama dalam Humanoids Summit di Tokyo. Alih-alih merayakan dominasi Jepang, pembahasan justru berfokus pada strategi menghadapi persaingan dari Tiongkok. Robot penari buatan Unitree Robotics menjadi salah satu daya tarik terbesar, bahkan dua perusahaan Jepang memanfaatkan robot Unitree untuk mendemonstrasikan perangkat lunak mereka.
Baca Juga:Nvidia dan LG Bangun Aliansi AI Bernilai Multitriliun: Akselerasi Menuju Era Robot Humanoid Global
Dominasi itu ditopang rantai pasok yang semakin lengkap. Startup seperti Unitree mampu memproduksi ribuan robot humanoid dengan harga di bawah 5.000 dolar AS atau sekitar Rp 88,5 juta, menggunakan kurs Rp 17.700 per dolar AS. Komponen yang dahulu bergantung pada pemasok Jepang dan negara lain, mulai dari sensor hingga sambungan mekanis, kini banyak diproduksi di dalam negeri.
Analis BofA Global Research, Ming Hsun Lee, mengatakan, "Hampir mustahil membangun robot humanoid tanpa komponen dari perusahaan Tiongkok." Menurutnya, "Biaya komponen di Tiongkok turun terlalu cepat sehingga negara lain tidak mampu bersaing."
Di sisi lain, Tiongkok juga memimpin sektor robot industri yang sudah memiliki nilai ekonomi nyata. Pada 2024, lebih dari dua juta robot beroperasi di pabrik-pabrik Tiongkok dan sekitar 300.000 unit baru dipasang, jumlah yang melampaui gabungan negara lain. Bahkan, regulator setempat kini mendorong pemerintah daerah dan perusahaan milik negara untuk mencari penggunaan industri bagi robot humanoid.
Keunggulan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Tiongkok membangun industri kendaraan listrik. Strategi investasi jangka panjang dan produksi komponen secara domestik, mulai dari baut hingga baterai lithium-ion, kini menciptakan efek berantai bagi industri robotika.
"Jika sebuah perusahaan mampu membuat komponen otomotif, kemungkinan besar mereka juga bisa membuat robot humanoid," ujar Lee.
Dampaknya menjangkau perusahaan global. Tesla ikut mendorong pertumbuhan jaringan pemasok di sekitar pabriknya di Shanghai yang kini juga memasok kebutuhan robotika. Menurut Lee, meski Tesla berupaya membangun rantai pasok di luar Tiongkok, perusahaan itu masih bergantung pada pemasok Tiongkok untuk sedikitnya 70 persen komponen.
Sementara itu, Nvidia menggandeng Unitree untuk mengembangkan robot yang menggabungkan chip dan perangkat lunak AI, dengan peluncuran ditargetkan pada Oktober.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022