
Prajurit Ukraina berdiri di samping kendaraan robotik darat tanpa awak yang dikembangkan untuk mendukung operasi militer / Foto: (Euromaidan Press)
JawaPos.com — Perang Ukraina menjadi salah satu arena pengujian teknologi militer generasi baru, termasuk pengembangan robot humanoid untuk kebutuhan tempur. Kyiv kini menjadi negara pertama yang membuka pendanaan khusus bagi robot humanoid militer melalui klaster pertahanan Brave1.
Namun, pengalaman di garis depan menunjukkan bahwa robot darat berbasis roda, rantai, dan empat kaki masih lebih unggul karena lebih sederhana, murah, dan mudah diterapkan dibandingkan robot berkaki dua.
Skema pendanaan Brave1 ditujukan untuk mengembangkan robot humanoid berkaki dua buatan dalam negeri yang dirancang khusus untuk misi militer. Program tersebut menjadi preseden baru dalam pengadaan pertahanan, meski Ukraina masih harus membuktikan apakah robot berkaki dua mampu bersaing dengan sistem robot darat yang telah lebih dulu terbukti efektif di medan perang.
Dilansir dari Euromaidan Press, Selasa (14/7/2026), CEO Brave1 Andrii Hrytseniuk mengatakan keputusan tersebut merupakan respons terhadap perkembangan industri robot humanoid dunia, terutama di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. “Kami melihat bagaimana industri robotika humanoid berkembang sangat cepat di Tiongkok dan AS. Kami melihat bahwa robot semacam itu memiliki nilai untuk memperkuat kemampuan militer kami. Karena itu, kami bergerak ke arah ini,” ujar Hrytseniuk.
Meski demikian, Ukraina belum menargetkan penciptaan robot tempur humanoid yang sepenuhnya otonom. Program Brave1 mempertimbangkan berbagai keterbatasan teknologi, seperti kemampuan membawa beban yang rendah, tidak memiliki perlindungan terhadap air, waktu operasi mandiri yang singkat, serta tingkat kompleksitas teknis yang tinggi. Hingga kini, satu-satunya robot humanoid yang telah diuji dalam kondisi tempur nyata di Ukraina adalah Phantom MK-1.
Secara teori, robot humanoid memiliki keunggulan karena bentuk tubuhnya memungkinkan pengoperasian di lingkungan yang dirancang untuk manusia, seperti menaiki tangga, melewati lorong sempit, memasuki bangunan, serta menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, kondisi medan perang berbeda dengan lingkungan industri yang lebih terkendali.
Di medan tempur, robot harus menghadapi lumpur, puing bangunan, kawah ledakan, gangguan elektronik, hingga kehilangan koneksi komunikasi. Karena itu, sistem robot darat Ukraina yang banyak digunakan saat ini justru berbasis roda, rantai, dan empat kaki karena lebih murah, sederhana, serta mudah diganti ketika mengalami kerusakan.
Hingga pertengahan 2026, Angkatan Pertahanan Ukraina telah menerima 1.028 kompleks robotik darat senilai 487 juta hryvnia Ukraina atau sekitar Rp198 miliar (dengan kurs Rp406,8 per satu hryvnia Ukraina) melalui pasar pertahanan DOT-Chain Defense. Selain itu, Kementerian Pertahanan Ukraina mengesahkan 67 model baru robot darat pada paruh pertama 2026, dan tidak satu pun menggunakan desain berkaki dua.
Perkembangan tersebut menunjukkan pendekatan Ukraina yang mengutamakan pengujian bertahap. Metode Brave1 sebelumnya diterapkan pada drone FPV, robot darat, drone pencegat, dan teknologi militer lain melalui proses eksperimen, pengujian, hingga penerapan berdasarkan umpan balik medan perang.
Namun, tantangan terbesar robot humanoid bukan hanya kemampuan bergerak, tetapi juga ketahanan menghadapi benturan, debu, gangguan sinyal, perubahan suhu, serta kerusakan yang harus diperbaiki langsung di lapangan.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
