Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 20.13 WIB

Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza, Siap Serahkan Kendali Sipil ke Komite Teknis

Parade Militer Hamas di Gaza/MEMO - Image

Parade Militer Hamas di Gaza/MEMO

JawaPos.com - Hamas dilaporkan resmi membubarkan badan pemerintahan yang selama hampir dua dekade mengelola Jalur Gaza. Langkah ini menjadi perubahan politik terbesar sejak kelompok tersebut mengambil alih wilayah itu pada 2007 dan membuka jalan bagi pembentukan komite teknokrat yang akan mengurus pemerintahan sipil di Gaza.

Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (7/7) waktu setempat di tengah upaya mendorong proses politik pascagencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat serta mencari jalan keluar bagi masa depan pemerintahan di wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang.

Meski mundur dari pengelolaan pemerintahan sipil, Hamas menegaskan langkah tersebut tidak berarti meninggalkan peran politik maupun militernya di Gaza. Persoalan pelucutan senjata kelompok itu juga masih menjadi salah satu isu yang belum mencapai kesepakatan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Media Pemerintah Gaza, Ketua Komite Darurat Pemerintah Mohammed al-Farra menyatakan telah mengajukan pengunduran diri sekaligus membubarkan komite tersebut sebagai bagian dari kesepakatan transisi pemerintahan.

"Telah diputuskan untuk mengajukan pengunduran diri secara resmi dari jabatan tersebut dan mengumumkan pembubaran Komite Darurat Pemerintah sebagai bukti keseriusan langkah-langkah ini, untuk melaksanakan pengaturan yang telah disepakati serta mempermudah proses transisi administrasi," demikian bunyi pernyataan itu dilansir via Al-Jazeera.

Hamas Ingin Komite Nasional Segera Ambil Alih

Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompok tersebut berharap National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) segera memasuki Gaza dan mengambil alih tanggung jawab pemerintahan sipil sesuai rencana yang didukung Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan keputusan mundur dari pemerintahan sipil bertujuan menghilangkan alasan bagi Israel untuk terus melanjutkan serangan militernya.

"Hamas telah mengambil langkah baru dengan tidak lagi bertanggung jawab atas Jalur Gaza, untuk menghilangkan dalih apa pun bagi pendudukan yang terus melanjutkan agresi dan perang pemusnahan," kata Qassem kepada AFP.

"Kami berharap NCAG segera masuk, dan Hamas menegaskan kesiapannya menyerahkan tanggung jawab pemerintahan kepada komite tersebut agar dapat menjalankan tugasnya dengan sukses," lanjutnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore