
Parade Militer Hamas di Gaza/MEMO
JawaPos.com - Hamas dilaporkan resmi membubarkan badan pemerintahan yang selama hampir dua dekade mengelola Jalur Gaza. Langkah ini menjadi perubahan politik terbesar sejak kelompok tersebut mengambil alih wilayah itu pada 2007 dan membuka jalan bagi pembentukan komite teknokrat yang akan mengurus pemerintahan sipil di Gaza.
Keputusan tersebut diumumkan pada Selasa (7/7) waktu setempat di tengah upaya mendorong proses politik pascagencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat serta mencari jalan keluar bagi masa depan pemerintahan di wilayah Palestina yang porak-poranda akibat perang.
Meski mundur dari pengelolaan pemerintahan sipil, Hamas menegaskan langkah tersebut tidak berarti meninggalkan peran politik maupun militernya di Gaza. Persoalan pelucutan senjata kelompok itu juga masih menjadi salah satu isu yang belum mencapai kesepakatan.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Media Pemerintah Gaza, Ketua Komite Darurat Pemerintah Mohammed al-Farra menyatakan telah mengajukan pengunduran diri sekaligus membubarkan komite tersebut sebagai bagian dari kesepakatan transisi pemerintahan.
"Telah diputuskan untuk mengajukan pengunduran diri secara resmi dari jabatan tersebut dan mengumumkan pembubaran Komite Darurat Pemerintah sebagai bukti keseriusan langkah-langkah ini, untuk melaksanakan pengaturan yang telah disepakati serta mempermudah proses transisi administrasi," demikian bunyi pernyataan itu dilansir via Al-Jazeera.
Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompok tersebut berharap National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) segera memasuki Gaza dan mengambil alih tanggung jawab pemerintahan sipil sesuai rencana yang didukung Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan keputusan mundur dari pemerintahan sipil bertujuan menghilangkan alasan bagi Israel untuk terus melanjutkan serangan militernya.
"Hamas telah mengambil langkah baru dengan tidak lagi bertanggung jawab atas Jalur Gaza, untuk menghilangkan dalih apa pun bagi pendudukan yang terus melanjutkan agresi dan perang pemusnahan," kata Qassem kepada AFP.
"Kami berharap NCAG segera masuk, dan Hamas menegaskan kesiapannya menyerahkan tanggung jawab pemerintahan kepada komite tersebut agar dapat menjalankan tugasnya dengan sukses," lanjutnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
